Kerusuhan Antar Warga Pro dan Kontra Bupati Pegunungan Bintang, Ratusan Warga Mengungsi

“Sekitar 300 orang mengungsi diantaranya sebagian besar wanita dan anak-anak ditampung di Koramil, menempati ruang kantor Koramil, Aula dan Musholla,” ungkap Kapendam XVII/Cenderawasi Kolonel Inf Muhammad Aidi menjelaskan saat ditemui wartawan di Merauke, Rabu (3/10/2018).

 

Jayapura (Sentani News) – Selasa (2/10/2018) sekitar pukul 11.00 WIT kerusuhan dan saling serang menggunakan panah terjadi, antara kelompok Yance Tapyor kelompok yang menolak Bupati Pegunungan Bintang Costan Oktemka dengan kelompok Andy Balyo (pendukung bupati), di Okibil Pegunungan Bintang.

Akibat kerusuhan yang terjadi di tengah-tengah pemukiman warga, sekitar 300 orang warga terpaksa mengungsi ke Koramil Oksibil.
Anggota Koramil dipimpin oleh Danramil Kapten Inf Aprin dan Perwira Penghubung Pabung Kodam XVII/Cenderawasi Mayor Inf Ardiyansa berusaha melindungi dan melayani masyarakat yang lari ke Korami minta perlindungan.
“Sekitar 300 orang mengungsi diantaranya sebagian besar wanita dan anak-anak ditampung di Koramil, menempati ruang kantor Koramil, Aula dan Musholla,” ungkap Kapendam XVII/Cenderawasi Kolonel Inf Muhammad Aidi menjelaskan saat ditemui wartawan di Merauke, Rabu (3/10/2018).
Kata Kolonel Aidi, para pengungsi meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong, sementara para Babinsa yang jumlahnya sangat terbatas berusaha mengawasi dan mengamankan rumah-rumah warga untuk mencegah terjadinya aksi pengrusakan, pencurian atau penjarahan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan situasi.
“Sejak kemarin hingga hari ini para pengungsi makan dari logistik yang dikumpulkan oleh warga secara sukarela, karena hingga saat ini belum ada bantuan dari pihak pemerintah,” ungkapnya lagi.
Untuk memenuhi kebutuhan makanan untuk pengungsi, Koramil setempat bergerak cepat mendirikan dapur umum, dan anggota koramil berperan sebagai tukang masak dibantu oleh masyarakat.
“Semalam suasana koramil seketika menjadi ramai dan gaduh dengan suasana tangis anak-anak yang tidak nyaman berada di pengungsian,” kata Danramil mengisahkan.
Menurut Kolonel Aidi, bahwa saat ini yang menjadi kendala utama bagi pengungsi adalah MCK dan air bersih, serta kebutuhan bayi.
“Koramil hanya dilengkapi beberapa toilet. Terpaksa kami membangun MCK darurat yang apabila digunakan dalam waktu cukup lama akan berdampak pada kesehatan warga,” imbuhnya.
Mengenai korban jiwa atau luka-luka akibat kerusuhan, Kapendam mengaku tidak bisa memberikan keterangan.
“Kami belum mendapatkan laporan tentang korban karena anggota kami fokus melayani pengungsi, tapi rekan-rekan dari kepolisian telah bertindak untuk mengatasi kerusuhan tersebut,” jelasnya.
Sementara, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs. Ahmad M. Kamal kepada wartawan mengungkapkan, bahwa akibat bentrok tersebut satu rumah, yaitu rumah pribadi Wakil Ketua II DPRD Pegunungan Bintang, Piter Kalakmabin dibakar massa pendukung Bupati Pegubin.
Selain itu, Kasat Lantas Polres Pegubin, AKP Amon Ruwayari mengalami luka panah dibagian paha kanan dan anggota BKO Brimob, Brigpol Dolfis Wambonggo mengalami luka panah di mata sebelah kanan, dan 5 orang warga luka-luka.
Bentrok berawal, saat kelompok massa yang kontra Bupati Pegubin dipimpin Yance Tapyor menuju Bandara Oksibil guna menjemput rombongan Anggota DPRD, namun rombongan yang akan dijemput tidak ikut dalam penerbangan.
Bentrok pecah sekitar pukul 10.20 WIT, saat kelompok massa pro bupati Pegubin yang sementara berkumpul di kediaman Beni Gebze berjumlah sekitar 500 orang yang dipimpin oleh Andi Balyo tiba-tiba melakukan penyerangan terhadap kelompok massa kontra bupati yang pada saat itu sedang berkumpul di Jalan Pasar Mabilabol dengan cara melepaskan anak panah.
Serangan itu, kemudian dibalas oleh kelompok massa kontra bupati dengan menggunakan kayu dan batu.
Anggota Sat Brimob BKO Polres Pegubin yang segera menuju TKP, dan tuba sekitar pukul 10.40 WIT, untuk mengamankan, namun situasi sudah anarkis dan saling serang.
Sekitar pukul 12.20 WIT, anggota Polres Pegubin dan Brimob BKO Polres melakukan tembakan peringatan dengan tujuan untuk memberhentikan bentrok antar kedua kelompok massa itu.
Namun, situasi massa tidak bisa dikendalikan dan justru menyerang balik anggota Polri yang melaksanakan pengamanan, sehingga mengakibatkan 2 anggota Polri mengalami luka berat.[yat/Pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s