Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad Ajarkan Ilmu Kepramukaan di Perbatasan

04ac85f8-e9a9-43f0-a302-787b0c75c528

JAYAPURA (Sentani News)  – Pramuka adalah suatu kegiatan ekstakurikuler yang diselenggarakan oleh pihak sekolah dengan tujuan untuk membentuk kepribadian, menanamkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air, serta untuk meningkatkan ketrampilan para Pemuda.

Semangat jua para anggota pramuka yang menjadi caln pemimpin bangsa ini, Pengamanan Perbatasan (Pamtas), Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad Pos Pitewi membagikan ilmunya dengan memperkenalkan dan mengajarkan tentang kepramukaan di Kampung Pitewi, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, pada Minggu (14/10/2018).

Kapendam XVII/Cenderawasih M Aidi dalam press releasnya menjelaskan, para anggota pramuka ini lebih pada pembelajaran tentang pembuatan tiang bendera, tongkat dan tali pramuka.

“Ini salah satu bukti nyata yang dilakukan oleh Satga agar anak-anak yang duduk di bangku SMPN 7 Yetti ini tetap semangat dalam menjaga bangsa apalagi ingin menjadi calon pemimpin bagi bangsa dan Negara,” tukasnya.

Kepala Sekolah SMPN 7 Yetti, Sudiyono, S.Pd mengaku banggsa atas metode yang diperlihatkan Personel Satgas dalam melatih dan membina Siswa di bidang kepramukaan.

Iapun berharap, pada pertemuan berikutnya Personel Satgas bisa mengajarkan ilmu ilmu pramuka lainnya kepada muridnya agar mereka bisa bersaing dengan murid murid dari sekolah lain.

Hal senada juga diungkapkan oleh Carlos Kekri, salah Seorang murid kelas VIII SMPN Yetti. Carlos mengungkapkan sangat senang diajarkan ilmu tentang cara membuat tiang bendera menggunakan tongkat pramuka. Carlos mengaku setelah mendapat ilmu dari Personel Satgas, Ia berencana akan membuat tiang bendera di rumahnya sendiri untuk diperlihatkan kepada kedua orang tuanya.

Sementara itu Dansatgas Yonif Para Raider 501 Kostrad Letkol Inf. Eko Antoni Chandra mengatakan bahwa Melalui kegiatan pramuka tersebut saya berharap ilmu yang telah diajarkan bisa bermanfaat kepada mereka.

Tujuannya, agar suatu kela mereka bisa menjadi orang yang bermanfaat di tengah lingkungan Masyarakat. “Ilmu dan pengalaman yang berharga ini sebaiknya jangan disimpan untuk diri sendiri, alangkah lebih baik jika ilmu yang telah didapat bisa ditularkan kepada yang lainnya agar lebih terasa manfaatnya”, tutur Dansatgas. [pendam/Pri)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s