Wabup Giri Buka Pameran Adat 2018 di Genyem

66925844-9260-4cc5-a899-5e257ebbf608

“Dengan hadirnya kampung-kampung asli ini, agar kita sungguh-sungguh dapat mengenal kembali dan juga menyadari kembali bahwa betapa berpotensinya diri kita dalam komunitas masyarakat adat, yang mempunyai wilayah atau lingkungan dalam hal ini adalah diri kita sendiri. Supaya dapat diusahakan, tetapi juga ada rasa tanggung jawab untuk dipelihara dengan baik atau dilindungi bahkan terus dilestarikan,”

SENTANI (Sentani News) – Wakil Bupati (Wabup) Jayapura Giri Wijayantoro, Selasa (23/10/2018) sore membuka Pameran Adat Tahun 2018 di Lapangan Mandala, Genyem Kota, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura yang ditandai dengan penguntingan pita dan penabuhan Tifa.

Pameran adat ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kebangkitan Masyarakat Adat (KMA) ke-V Tahun 2018, yang diperingati setiap tanggal 24 Oktober.

Dalam sambutan Bupati Jayapura, yang dibacakan Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro mengatakan pelaksanaan HUT Kebangkitan Masyarakat Adat pada tanggal 24 Oktober itu merupakan keseriusan Pemkab Jayapura terhadap upaya mendekatkan pelayanan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dalam berbagai pendekatan pembangunan di berbagai sektor, baik itu mental dan spiritual untuk mengembalikan kejayaan maupun jati diri masyarakat asli.

02bcbfbb-b173-4217-87da-0c14b01ce72c

“Dengan hadirnya kampung-kampung asli ini, agar kita sungguh-sungguh dapat mengenal kembali dan juga menyadari kembali bahwa betapa berpotensinya diri kita dalam komunitas masyarakat adat, yang mempunyai wilayah atau lingkungan dalam hal ini adalah diri kita sendiri. Supaya dapat diusahakan, tetapi juga ada rasa tanggung jawab untuk dipelihara dengan baik atau dilindungi bahkan terus dilestarikan,” ujarnya.

Melalui perayaan HUT KMA ke-V tahun 2018 ini, pihaknya sangat meyakini bahwa euforia atau semangat untuk membangkitkan diri kita sebagai masyarakat adat maupun komunitas masyarakat yang memiliki nilai-nilai dan juga norma-norma serta tatanan hidup yang berlangsung secara turun-temurun.

“Bahkan mengandung nilai sakral, juga saksi yang begitu dipegang teguh oleh masyarakat adat. Inilah yang dimaksud dengan kearifan lokal, yang tentunya tidak dimiliki oleh masyarakat adat lain,” imbuhnya.

a9ab693f-fea4-40d0-9915-c29df57b3b26

Lebih lanjut dirinya mengatakan, pameran adat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperkenalkan budaya kita, baik itu ukir-ukiran (seni pahat) maupun tari-tarian serta kreatifitas lainnya, yang perlu diangkat dan juga dikembangkan sebagai investasi keahlian khusus yang pada hakikatnya memberikan nilai tambah dari sisi ekonomi.

“Saya berpesan kepada seluruh pimpinan-pimpinan adat dan juga seluruh masyarakat adat melalui semangat HUT ke-V Kebangkitan Masyarakat Adat 2018 ini, marilah sama-sama kita berkomitmen di dalam hati kita, pikiran kita serta tindakan nyata bagi masyarakat adat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), untuk mengembalikan atau merajut jati diri kita dan pastinya kita akan meraih kejayaaan bersama demi kemakmuran dan kesejahteraan,” tukasnya. [mi/Pri)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s