Selama 30 tahun, Baru Di Tahun 2019 Terjadi Cuaca Paling Ekstrim

“yang terjadi pada tanggal 16 maret dari hasil pantauan  terdapat belokan angin disebelah utara sehingga awan terkumpul di atas tiga wilayah, Kabupaten Jayapura, kota jayapura dan kabupaten sarmi sehingga mengakibatkan hujan dengan cuaca ekstrim yang memicu terjadinya banjir bandang, dan tanah longsor”, terangnya. diprogram acara dialog interaktif out door “Gerakan Membangun Papua”

Sentani (Sentani News)- Data yang berhasil dikumpulkan  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan  banjir bandang yang menerjang sentani kabupaten jayapura, disebabkan faktor fenomena cuaca paling ekstrim yang tidak pernah terjadi selama kurun waktu 30 tahun terakhir.

Kepala bidang data dan informasi BMKG Provinsi Papua Herlambang menyebutkan curah hujan di sentani pada bulan maret adalah yang tertinggi diukur berdasarkan data selama 30 tahunan, dari data statistik menunjukkan bulan maret akan terjadi intensitas curah hujan yang sangat tinggi dari bulan-bulan yang lain.

“yang terjadi pada tanggal 16 maret dari hasil pantauan  terdapat belokan angin disebelah utara sehingga awan terkumpul di atas tiga wilayah, Kabupaten Jayapura, kota jayapura dan kabupaten sarmi sehingga mengakibatkan hujan dengan cuaca ekstrim yang memicu terjadinya banjir bandang, dan tanah longsor”, terangnya. diprogram acara dialog interaktif out door “Gerakan Membangun Papua” yang disiarkan RRI Jayapura secara langsung di halaman lapangan upacara gunung merah sentani, kamis pagi (28/03/3019).

Herlambang sebagai nara sumber pada program tersebut lanjut menjelaskan, fenomena cuaca dan kegempaan tidak dapat dicegah, tetapi perilaku fenomena alam bisa dipelajari dan diamati dengan dukungan alat otomatis dan manual.

“Tapi untuk menekan kerusakan akibat curah hujan yang tinggi, perlu dilakukan pengelolaan lingkungan yang baik sehingga punya daya dukung yang tangguh sehingga tanah longsor dan banjir bisa dihindari”,terang herlambang.

Sementara itu, Bupati Jayapura Mathius Awoitaw,SE.M.Si., yang juga sebagai salah satu nara sumber dalam program tersebut tidak memungkiri kawan cagar alam gunung cycloop sebagian telah rusak akibat ulah para perambah hutan

“Informasi dari tim geologi asal UGM, yang telah ada di sentani untuk mempelajari struktur tanah dan batu menyatakan gunung cycloop sangat labil, jadi akan mudah longsor apabila terkena gangguan sedikit saja”,ungkap Bupati.

Lanjut Bupati, menanggapi seruan Gubernur Provinsi Papua yang ditujukan kepada pemda jayapura untuk membersihkan semua kegiatan di kawasan cagar alam, Bupati menjawab gerakan tersebut sudah dilakukan selama bertahun-tahun bekerjasama dengan Pemerintah kota dan kabupaten lain.

“Himbaun itu harus konsisten dilakukan bersama, dan kalau tidak ada dukungan dari pemerintah provinsi papua semuanya akan sia-sia dalam upaya menekan kegiatan perambahan hutan”,pungkasnya.(fuad/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s