Bupati Jayapura : Sentani Termasuk Wilayah Ancaman Permanen

“Aturan akan diperketat bagi pengembang yang ingin mendirikan perumahan warga, ijin tidak akan diberikan kalau daerah yang akan dibangun perumahan adalah lokasi rawan terkena dampak bencana seperti kawasan yang dekat dengan aliran sungai”

Sentani (Sentani News)- Perubahan iklim global yang terjadi bukan saja mengancam sentani tetapi seluruh dunia bisa terkena dampak bencana, data yang diperoleh dari  tim geologi kementrian ESDM kedepan daerah-daerah yang dekat dengan aliran sungai sudah tidak dapat dijadikan daerah pemukiman warga, karena kondisi batuan di pegunungan cycloop sangat rawan dan rentan longsor apabila terjadi curah hujan tinggi dengan frekuensi yang lama.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw,SE,M.Si, mengatakan kota sentani termasuk wilayah ancaman yang permanen, kondisi tersebut pemerintah daerah diwajibkan untuk merencanakan tata ruang berbasis mitigasi bencana, penataan ruang akan ditingkatkan dalam pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan rawan banjir, dengan mengeluarkan regulasi tentang itu.

“Aturan akan diperketat bagi pengembang yang ingin mendirikan perumahan warga, ijin tidak akan diberikan kalau daerah yang akan dibangun perumahan adalah lokasi rawan terkena dampak bencana seperti kawasan yang dekat dengan aliran sungai”, ujar Bupati, kepada sentani news di ruang rapat Bamus DPRD kabupaten Jayapura, selasa (2-4-2019).

Lanjut bupati menerangkan bancana banjir bandang yang belum lama ini terjadi menimpa sentani adalah situasi sulit yang dialami warga kabupaten jayapura dan pemerintah daerah, dia mencontohkan seperti yang dialami oleh warga perumahan BTN Gajah Mada yahim, perumahan selalu terendam setiap kali hujan mengguyur sentani, semakin sulit lagi karena pengembang perumahan tersebut melarikan diri, lari dari tanggung jawab.

“Untuk Gajah Mada pengembangnya melarikan diri , pihak berwajib sedang mengusut kasus tersebut”,ungkapnya.

Demi alasan keamanan penduduk, Bupati menambahkan akan ditentukan batas wilayah yang tidak boleh dibangun pemukiman demi alasan keamanan, kalaupun terjadi bencana banjir lagi paling tidak  bisa meminimalisir terjadinya korban jiwa dan kerugian harta benda, dan lebih dikosentrasikan di wilayah yang rawan banjir.

“Akan ada diskusi lagi dengan beberapa tim ahli untuk memindahkan tempat yang masuk kawasan terancam bencana, apalagi perubahan iklim dunia terjadi sangat luar biasa bencana terjadi di mana-mana diseluruh dunia”, imbung Mathius Awoitauw.

Bupati menambahkan pihak eksekutif dan legislatif telah berdiskusi dan berencana akan memanggil pengurus Realest Indonesia (REI) dan semua pengembang yang membangun bisnis perumahannya di wilayah kabupaten jayapura  untuk membicarakan masalah tersebut, termasuk akan mengevaluasi kembali ijin-ijin dari setiap pengembang.(fuad/pri)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s