Fraksi-Fraksi Di DPRD Setuju 15 Raperda layak Ditetapkan Menjadi Perda

“dirasakan bahwa proses dan dinamika pembahasan materi sidang non APBD tahun 2019 terjadi pembahasan yang alot baik pada tingkat BAPEMPERDA, komisi maupun Fraksi-fraksi di Dewan, kondisi itu memang harus terjadi dalam satu motivasi dan tujuan sebagai keputusan bersama”

Sentani (Sentani News)- DPRD Kabupaten Jayapura, selasa (2/4/2019) menggelar Penutupan Sidang Rapat Paripurna IV tentang pendapat akhir Fraksi, menetapkan lima rancangan peraturan daerah inisiatif dewan dan sepuluh rancangan peraturan daerah usulan eksekutif yang telah dibahas bersama pemerintah kabupaten jayapura dan DPRD kabupaten jayapura layak di tetapkan menjadi peraturan daerah (Perda) setelah mendapat persetujuan dari fraksi-frasi di DPRD.

Penutupan Sidang Paripurna I Masa Sidang I DPRD Kabupaten Jayapura dipimpin Wakil Ketua II Korneles Yanuaring serta dihadiri Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro.

Pidato Bupati Jayapura pada penutupan sidang paripurna I masa sidang I DPRD yang disampaikan Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro mengatakan, atas persetujuan yang telah diberikan oleh dewan, pemerintah menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota yang telah bersungguh-sungguh mengkaji materi secara cermat demi untuk perbaikan dan penyempurnaan.

sebagai upaya memenuhi kewajiban konstitusi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, Eksekutif mengusulkan 10 rancangan peraturan daerah dan 5 rancangan peraturan daerah inisiatif DPRD.

“dirasakan bahwa proses dan dinamika pembahasan materi sidang non APBD tahun 2019 terjadi pembahasan yang alot baik pada tingkat BAPEMPERDA, komisi maupun Fraksi-fraksi di Dewan, kondisi itu memang harus terjadi dalam satu motivasi dan tujuan sebagai keputusan bersama”,Terang Giri Wijayantoro dalam pidatonya ,mewakili Bupati Jayapura.

10 RAPERDA dari eksekutif antara lain tentang : 1. Rancangan Perda tentang pengelolaan air limbah domestik, 2. Perubahan kedua atas peraturan daerah kabupaten jayapura nomor 8 tahun 2012 tentang retribusi jasa umum, 3. Pengelolaan barang milik daerah, 5. Pembentukan distrik Nolobhhu, Kemtuk Timur, Kemtuk Pay, Nimboran Barat, Saguptra, Urbara dan Distrik Neika, 6. perlindungan anak, 7. Perubahan atas peraturan daerah No.10 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah kabupaten jayapura, 8. Perubahan peraturan daerah No.4 tahun 2012 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan, 9. Penetapan kampung adat menjadi kampung adat defenitif, 10. Tentang pembentukan kampung persiapan menjadi kampung.

5 RAPERDA inisiatif DPRD adalah tentang : 1. Tentang penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman, 2. Tentang pelayanan publik, 3. Upaya kesehatan daerah, 4. Tentang penetapan dan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, 5. Tentang penyelenggaraan perumahan dan kawasan pemukiman.

Seusai penutupan sidang Wakil Ketua II Korneles Yanuaring kepada Sentani News mengatakan, masa sidang I yang telah dilaksanakan dari januari hingga april sudah menetapkan 15 Raperda, masyarakat bisa bersyukur karena ada tambahan enam distrik baru termasuk ada sejumlah kampung akan berubah setatus dari kampung menjadi kampung defenitif.

“ini baik untuk mempermudah pelayanan pemerintah kepada masyarakat terutama bagi daerah-daerah yang belum terjangkau atau daerah-daerah terisolir perlu mendapatkan apresiasi, kita berharap setelah ini nanti ada perubahan-perubahan di pasal dan pengurangan perlu di harmonisasi secepatnya”, Ujar Korneles

Lanjutnya menerangkan Harmonisasi yang dilakukan pemerintah bersama Badan Pembentukan Perda DPRD harus segera dirampungkan sehingga bisa diajukan ke Gubernur Provinsi Papua untuk dievaluasi agar mendapatkan legitimasi Gubernur sehingga masuk ke lembaran daerah dan selanjutnya Bupati dapat mengeluarkan Peraturan Bupati.

“untuk distrik dan kampung kita harapkan pemerintah segera melakukan harmonisasi supaya bisa di kirim ke Departemen Dalam Negeri untuk mendapatkan nomor registrasi distrik atau kecamatan baru”,Pungkasnya.(Fuad/pri)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s