BKSDA :Gunung Cycloop Tidak Termasuk Daerah Pemulihan

Sentani (Sentani News)- Cagar alam harus dilindungi sebagai penyangga kehidupan masyarakat,namun sebagaian besar kawasan cagar alam di gunung cycloop sudah masuk karegori Areal Penggunaan Lain (APL) yang sudah dikelola oleh pemiliknya, ini yang menjadi persoalan dan tekanan kawasan tersebut cukup berat sebab 8,3 persen dari 2300 hektar hampir semuanya di bagian selatan berbatasan langsung dengan kawasan penyangga alam gunung cycloop sudah APL.

Hal tersebut disampaikan kepala Balai Besar BKSDA Papua Edward Sembiring seusai mengikuti rapat Bersama Bupati Jayapura juga tim dari universitas cendrawasih untuk membicarakan persiapan dan tidak lanjut dari penandatanganan MOU, yang sudah ditandangani oleh keenam belas pihak yang disaksikan presiden,rapat tersebut berlangsung di ruang rapat Kantor Bupati gunung merah sentani, kamis (4/4/2019).

Lanjut Kepala Balai Besar BKSDA Papua Edward Sembiring menuturkan, saat ini daerah kosentrasi pemulihan adalah daerah-daerah yang memungkinkan untuk dipulihkan, bukan di lereng pegunungan.

“Harus dipulihkan bukan longsor yang ada di lereng gunung cycloop, karena tidak mungkin bisa ditanami tetapi akan terjadi suksesi alam dengan begitu tumbuhan akan tumbuh sendiri, seperti pengalaman saat tahun 2007 lalu”,ungkapnya.

Edward lebih lanjut menguraikan, bagi KSDA ini adalah momentum yang bagus untuk menjaga dan mengembalikan kawasan cagar alam sesuai fungsinya contohnya daerah kemiri dan doyo baru tepatnya depan RSUD Yowari, Cagar alam harus dilindungi sebagai penyangga kehidupan masyarakat untuk itu kesepakatan yang sudah disepakati kiranya bukan hanya di atas kertas dan perlu segera di implementasikan.

“meski pada kenyataannya saat dilapangan tidak seperti yang diharapkan, tapi kalau dilakukan sama-sama tidak ada yang mustahil,cagar alam cycloop blok penataannya sudah dilakukan dan sudah
Dikelola berbasis resort dengan pengelolaannya ada 5 resort yang setiap hari dilapangan dibantu 90 orang mitra polhut yang berasal dari masyarakat sekitar hutan dan sebagian besar masyarakat adat”, terang sembiring.

Edward menambahkan dan berharap bagi pihak-pihak yang setiap hari melakukan pengawasan bersama Polisi Kehutan dari pegawai balai besar BKSDA Papua, setelah pertemuan ini harus merapatkan barisan dan menindaklanjuti apa yang sudah disepakati bersama.(fuad)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s