Tidak ada Diskriminasi di PAN

WAMENA,- Keberadaan caleg perempuan di PAN bukan hanya untuk memenuhi kuota 30 persen saja, tetap jelas memberi ruang untuk perempuan dalam berpolitik, hal tersebut disampaikan Ketua DPW PAN Papua Abock Busup.

“Salah satu bukti PAN memberi ruang untuk perempuan berpolitik, yaitu ditempatkannya caleg perempuan di nomor urut kecil, seperti nomor urut 1 atau 2, kalau nomor urut 3 itu biasa, jadi tidak ada diskriminasi di PAN,” katanya.

Foto. Simpatisan PAN saat berkonvoi di ruas jalan utama Wamena 4 April 2019 (Foto. Dok DPW PAN Papua)

Caleg perempuan yang diusung PAN, lanjutnya, caleg yang kualitas, baik dari tingkat pendidikan maupun wawasannya.

Hal serupa diakui Ketua DPD PAN Jayawijaya David Haluk, dari 30 orang caleg yang diusung PAN untuk DPRD Jayawijaya, perbandingan caleg perempuan dan laki-laki presentasinya fifty-fifty atau 50 persen.

“Caleg perempuan yang kami usung ini sudah kami seleksi dan tidak diragukan lagi kemampuannya, jadi bukan hanya untuk melengkapi kuota 30 persen saja,” katanya.

Ana Irianti Madlama (Caleg Perempuan PAN Papua. Foto: Dok. DPW PAN Papua

Anna salah satu caleg perempuan untuk DPRD Jayawijaya mengatakan, dirinya bersama perempuan lainnya sudah sangat siap bertarung di pesta demokrasi 17 April mendatang.

“Sebagai kader PAN saya berterima kasih diberi ruang untuk maju dipileg ini, bukan itu saja saya pun diberi kepercayaan menjadi ketua pemenangan, jadi PAN benar-benar memberi ruang untuk kaum perempuan,” katanya. **

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s