Bupati Mandacan : Duka Sentani Adalah Duka Kita

Sentani (Sentani News)- Bupati Manokwari dan rombongan membawa bantuan berupa dua kontainer pakaian layak pakai, satu setengah kontainer bahan makanan, setengah kontainer kelengkapan ibu dan anak, serta uang tunai sebesar Rp.190.163.000. Bantuan itu dihimpun Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari melalui BPBD Kabupaten Manokwari.

Pemerintah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, memberikan bantuan kepada para korban bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Jayapura yang terjadi pada Sabtu (16/3/2019) lalu.

Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan yang mengantar sendiri bantuan tersebut ke Kabupaten Jayapura yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (5/4/2019) pagi pekan lalu.

Bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari ini diberangkatkan dari Kabupaten Manokwari menggunakan jasa transportasi laut, KM Ciremai dan dikawal langsung oleh Tim BPBD Manokwari dibawah pimpinan Kepala BPBD Kabupaten Manokwari Yohanes Jaftoran.

Usia penyerahan bantuan secara simbolis, Bupati Manokwari, Papua Barat, Demas Paulus Mandacan mengaku, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Manokwari, untuk meringankan beban korban yang dilanda musibah banjir bandang.

“Jadi, duka Sentani adalah duka kita semua dan juga duka Indonesia. Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada saudara-saudara kita warga Kabupaten Jayapura yang terkena bencana banjir bandang dan longsor,” ujarnya kepada wartawan harian ini, usai menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir, di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (5/4/2019) siang pekan lalu.

Mendapat bantuan yang dibawa langsung oleh Bupati Manokwari, Giri Wijayantoro menyampaikan terimakasih atas kepedulian dan bantuan dari masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari untuk meringankan beban korban yang tertimpa musibah.
Giri juga menuturkan, banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu itu merupakan banjir bandang pertama yang cukup banyak menelan korban jiwa.

“Semoga ini bencana pertama dan terakhir. Jadi, pembelajaran di tanah Papua, terutama menata pemukiman yang baik agar tidak terjadi musibah lagi. Terimakasih atas semuanya, semoga Tuhan yang akan membalasnya,” tutur Giri Wijayantoro. (Fuad/pri)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s