Menuju Satu Penduduk Indonsia, BPS Gelar Pelatihan Bagi Petugas Pemetaan

Sentani (Sentani News)- Proses pedataan yang dilakukan secara disinergitaskan sekaligus sinkronisasi data lingkungan mulai dari RT/RW, Kampung/Kelurahan dan juga Distrik. Tujuannya, sehingga data itu terintegrasi menuju sistem pendataan yakni, satu data penduduk Indonesia khusus di Kabupaten Jayapura pada tahun 2020.dan meminta, kepada petugas sensus melakukan tugas-tugas pendataan yang berkaitan dengan integritas data di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, S.Sos., M.KP., saat membuka Pelatihan Petugas Pemetaan dan Pemutakhiran Muatan Wilayah Kerja Statistik (Wilkerstat) sebagai langkah persiapan awal pelaksanaan sensus penduduk di tahun 2020 mendatang.di HoreX Hotel, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (8/4/2019) kemarin pagi.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayapura, menyelenggarakan Pelatihan Petugas Pemetaan dan Pemutakhiran Muatan Wilayah Kerja Statistik (Wilkerstat) sebagai langkah persiapan awal pelaksanaan sensus penduduk di tahun 2020 mendatang.Persiapan menuju sensus penduduk sudah dilakukan sejak tahun 2018, seperti pemutakhiran master file desa (kampung)

Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, S.Sos., M.KP., saat membuka pelatihan tersebut

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Jayapura, Jeffrey De Fretes, S.Kom., M.M., kepada wartawan harian ini usai pembukaan pelatihan petugas pemetaan dan pemutakhiran tersebut mengemukakan, jumlah peserta yang akan menjadi petugas itu sebanyak 80 orang dari kalangan masyarakat setempat. Yang mana, 80 orang itu akan dibagi dalam tiga gelombang dan setiap gelombang itu akan dilatih selama tiga hari. Sedangkan untuk pelaksanaan pemetaan dan pemutakhiran di lapangan itu mulai dari tanggal 22 April hingga 22 Mei 2019.

“Yang di latih itu adalah warga Kabupaten Jayapura, petugas yang memang kita pilih secara khusus, kemudian kita saring dan kita lakukan seleksi Pada bulan Januari 2019 lalu atau kita ada seleksi untuk yang menjadi petugasnya. Kami mengutamakan petugas pemetaan dan pemutakhiran wilayah kerja statistik itu yang berasal dari warga daerah setempat. Supaya mereka mengetahui secara detail tempat yang akan dikunjunginya,” tutur Jeffrey Der Fretes, Senin (8/4/2019) siang.

“Ini syarat-syarat nya jelas, mereka atau petugas yang direkrut itu minimal lulus SMA dan memiliki handphone (hp) Android. Mereka harus bisa menggunakan Android serta bukan hp kayu (biasa) atau hp yang jadul, memang syarat nya seperti itu yang harus punya Android. Karena nanti kita install program Wilkerstat ke Android mereka, sehingga mereka akan jalan di Wilkerstat itu untuk mendapatkan batas wilayah RT/RW yang ada di daerah ini,” sambungnya.

Jeffrey kembali mengatakan, bahwa pihaknya sekarang ini sedang melatih petugas pemetaan dan pemutakhiran, untuk memetakan wilayah kerja statistik yang ada di Kabupaten Jayapura. Karena wilayah kerja statistik (Wilkerstat) ini merupakan wilayah yang akan petugas turun langsung ke lapangan agar petugas tidak lewat batas wilayah.

“Ketika petugas nanti turun ke lapangan, misalnya seperti ini ada batas wilayah RT I, RT II, RT III dan RT IV, yang didalamnya ada jumlah populasi. Jadi, kalau petugas nanti ditugaskan turun ke lapangan untuk mendata di RT I itu mereka hanya bisa lakukan pendataan di RT I saja, sedangkan petugas yang ditugaskan di RT II itu juga mendata di batas wilayah RT II. Jadi, mereka tidak boleh melewati batas wilayah atau disebut wilayah kerja statistik,” katanya.

“Ketika petugas nanti turun ke lapangan bisa langsung melakukan konfirmasi ke aparat setempat di tingkat RT, karena meskipun ini tugas dari BPS. Akan tetapi, hasil untuk kepentingan Pemerintah Kabupaten Jayapura khususnya dan Pemerintah Pusat umumnya,” tambah Jeffrey.

Tahap awal yang akan dilakukan petugas pemetaan dan pemutakhiran, Jeffrey mengatakan, pihaknya terlebih dahulu akan memetakan wilayah kerja statistik mulai dari tingkat RT/RW, Kelurahan/Kampung, Distrik hingga ke tingkat Kabupaten Jayapura. Tentunya, kata Jeffrey, melalui itu akan diketahui wilayah kerja statistik yang luas.

“Selain itu, kita juga akan memiliki peta RT/RW secara digital. Tujuannya, agar data itu bisa digunakan semua pihak mulai dari pemerintah di tingkat bawah dalam hal ini RT/RW, Kelurahan/Kampung, Distrik hingga Kabupaten. Kemudian data itu juga bisa diakses oleh seluruh pihak. Maka itu, kami melakukan pelatihan terhadap petugas pemetaan dan pemutakhiran, sekaligus mitra kerja kita untuk bisa melakukan pemetaan dan juga pemutakhiran tersebut”,pungkasnya.(fuad/pri)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s