Tapping Box Dipasang Supaya Pengusaha Jujur Bayar Pajak.

Sentani (Sentani News) – Sesuai arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pemerintah Kabupaten Jayapura akan melakukan beberapa perubahan dan pembaharuan terkait cara penerimaan pajak hotel dan restaurant yang sebelumnya menggunakan bill (tagihan) akan dirubah dengan menggunakan tapping box (alat perekaman pajak).

Untuk menindak lajuti arahan KPK soal sistem tersebut,
Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jayapura mengumpulkan puluhan pengusaha warung makan yang tersebar di kota sentani dan sekitarnya. Dalam rangka sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) No.7 tahun 2012 tentang pajak daerah yang di dalamnya masuk pajak restoran dan Perda No. 9 tahun tahun 2018 tentang pajak online khususnya untuk pajak hotel dan restaurant. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Tahara Sentani, kamis (20/6/2019).

Kepala Bapenda Kabupaten Jayapura Theopilus H. Tegay mengatakan, sebelum di pasang alat perekam pihaknya akan melakukan langkah evaluasi terlebih dahulu, dengan memperhatikan dan mengamati pendapatan setiap warung makan. Apabila dinilai layak baru akan di pasang tapping box (alat perekam pajak).

“Sehingga setiap transaksi makan-minum setiap hari langsung terekam dan bisa langsung terkoneksi dengan kita disini, dan untuk warung makan yang kita tetapkan secara jabatan kita akan tetapkan untuk gunakan bill, yang menurut kita mereka masih masuk kelas menengah ke bawah,”terangnya, kepada media usai kegiatan sosialisasi di ruang kerjanya.

Lanjutnya menerangkan, dengan begitu nantinya pungutan pajak untuk restaurant bisa teridentifikasi dengan baik, jadi pada prinsipnya sosialisasi digelar untuk mengingatkan para pengusaha yang secara tekhnis sudah berjalan. Namun dari hasil evaluasi pihak Bependa, ditemukan banyak tunggakan.

“Ada yang memang tidak bagus membayar sampai menunggak, kalau pajak restaurant pajak harus dibayar perbulan. Pungutan bulan juni harus disetor awal bulan juli dan ini ada yang menunggak sampai 5, 6 bulan. Kita sudah beri pemberitahuan sebelum lebaran,” ungkap Theopilus.

Theopilus menambahkan, pemberitahuan tersebut telah dilakuakan secara tertulis, dan baru setelahnya dilakukan pertemuan dengan para pemilik restaurant dan rumah makan yang sudah dilaksanakan. Tujuannya untuk mendengar segala persoalan dan keluhan penyebab sering menunggaknya pembayaran pajak.

“Supaya kedepan kita benahi kalau ada kekurangan di kita pemerintah dan juga kalau ada kekurangan di mereka. Kita bisa bantu contohnya nanti kita akan siapkan bill, kita yang adakan dan kita kasih ke setiap warung makan dan kita kontrol,”jelasnya.

Penggunaan bill di semua warung makan ungkap Theopilus, nilai kejujuran akan lebih jadi prioritas, dirinya mencontohkan pemilik tidak dapat lagi melaporkan hasil jualannya dengan data bohong seperti sudah terjual 10 tapi yang dilaporkan hanya 7.

“Bulan depan sudah mulai berjalan, karena sebagian kita sudah cetak tinggal kita kasih nomor seri korporasi dan nama warung makan tinggal kita distribusikan dan kalau sudah jalan kita tinggal kontrol,” pungkasnya.(fuad)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s