Ada Yang Beda, HUT RI Diwarnai Mahkota Adat Papua.

Sentani (Sentani News)- Kemeriahan peringatan Hari Kemerdekaan ke-74 RI yang digelar di halaman kantor Bupati Gunung Merah Sentani, Sabtu (17/8/2019) terlihat ada keunikan penampilan yang dikenakan oleh sejumlah pejabat, dengan mengenakan topi adat khas Papua Seperti hiasan mahkota kepala dari bahan ijuk, bulu burung cendrawasih , atau bulu burung kasuari.

Pemandangan tidak biasa dibanding perayaan tahun lalu memberi kesan istimewa untuk menambah aksen mewah penggunanya, menunjukkan Papua memiliki beberapa pakaian Adat yang unik dan kental dengan adat istiadatnya bahkan hingga sekarang adat istiadat itu tidak pernah hilang dari segi perilaku, keagaamaan, makanan, pakaian dan lain sebagainya.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw,.SE.,M.Si., mengatakan, Otonomi Khusus (Otsus) di Papua di berikan Negara hendaknya dimaknai sebagai pemberian kebebasan dalam mengekspresikan jati diri kearifan lokal selama hal tersebut masih masuk dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Yang mana, kewenangan Provinsi Papua mencakup kewenangan dalam seluruh bidang pemerintahan, kecuali kewenangan bidang politik luar negeri, pertahanan keamanan, moneter dan fiskal, agama, dan peradilan serta kewenangan tertentu di bidang lain yang ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Diluar itu daerah bisa melaksanakan serta ekspresikan melalui segala kearifan lokal berdasar kebudayaan yang dimiliki.Otsus di Papua berdasarkan kebudayaan, kalau otsus di aceh berdasarkan syariat Islam, jadi kita harus tampil pada berbagai acara dan harus ekspresikan keberadaan Papua di Indonesia dengan ciri khas kita, jangan pakai songkok terus karena kita tidak tahu songkok dari mana,” ungkapnya.Usai Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, kepada media

Negara dan undang-undang telah menjamin hal dimaksud terlebih bagi otsus, mengingat selama 5 tahun berjalan Pemerintah Kabupaten Jayapura telah terapkan pembangunan berdasarkan jati diri kearifan lokal adat istiadat, yang menunjukkan telah adanya kebangkitan kebudayaan dan adat.

“Dan karena itu kita harus terus mewujudkan itu dalam iven apapun bahwa Papua dengan keberagamannya perlu menjadi kekuatan untuk bangkit, jadi makna bhineka tunggal ika tetap ada meski kita berbeda tetapi tetap satu di dalam NKRI,”pungkasnya.(fuad/pri) ��G�O’�

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s