Pemkab Yahukimo Dorong Percepatan Pembangunan Depo Pertamina di Kawasan Segitiga Emas Pepera

Kampung Pepera, Distrik Suator, Kabupaten Asmat sejak dahulu telah menjadi perlintasan kapal yang berasal dari 3 daerah, yakni Logpon, Dekai (Yahukimo) – Agats (Asmat) dan Pomako (Timika). Inilah kawasan segitiga emas yang terhubung melalui jalur sungai di wilayah Selatan Papua.

Melalui jalur ini, biasanya BBM di kirimkan menggunakan kapal dari pelabuhan Pomako Timika menuju dermaga Logpon, Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Namun, suplai BBM ke Dekai selama ini bukan tanpa persoalan. Kelangkaan BBM masih sering terjadi, dikarenakan faktor alam; kapal pengangkut bbm tidak bisa bersandar ke Logpon karena air sungai Brasa yang sedang surut. Akibatnya, harga bbm pun melonjak mencapai 50rb – 100rb perliternya.

Kondisi ini tentu saja dikeluhkan warga, mengganggu aktivitas perekonomian dan berdampak langsung pada disparitas harga di Yahukimo.

Untuk itu, menjadi pekerjaan rumah yang tak mudah bagi pemerintah untuk mewujudkan BBM Satu Harga, seperti yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

Baru – baru ini tim pemkab Yahukimo bersama dengan tim Patralogistik, anak perusahaan PT. Pertamina – turun langsung ke pelabuhan Pepera melakukan pemetaan.

Di wilayah ini, rencananya akan dibangun Jober atau ‘Depo Mini’ Pertamina yang menjadi suplai point BBM untuk wilayah Yahukimo dan Asmat.

Tim Pemkab Yahukimo bersama dengan Tim Patralogistik – Pertamina dan warga berfoto bersama saat pemetaan lokasi di Kampung Pepera 20.08.2019 (Foto: Yulika Anastasia)

Heru Gunadi, koordinator tim Pertamina mengatakan pihaknya memilih Kampung Pepera karena lokasinya yang sangat strategis.

“Setelah kita pilih kampung Pepera, nantinya dari sini kita bisa suplai ke Yahukimo, Asmat dan beberapa daerah lain sehingga nantinya daerah ini bisa berkembang. Untuk beberapa wilayah lain seperti Wamena, Oksibil bisa disuplai dari sini,” terang Heru.

Untuk pembangunan jober, lanjut Heru, pihaknya berkolaborasi dengan pemkab Yahukimo dan pemkab Asmat terkait kajian visibilities study.

“Kami memperkirakan kebutuhan BBM Yahukimo dan Asmat mencapai 1200 Kiloliter per bulan. Rencananya disuplai langsung dari Tual Maluku,” imbuhnya.

Ia menambahkan paling lama pada Desember 2019 kapal floating storage BBM dari Tual harus telah bersandar di pelabuhan Pepera.

Sejatinya, Kampung Pepera termasuk dalam wilayah Kabupaten Asmat meski secara geografis lebih dekat dengan Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Sejalan dengan pembangunan jober, pemkab Yahukimo bekerjasama dengan pemkab Asmat untuk pembangunan ruas jalan yang menghubungkan kampung Keyke dan kampung Pepera. Nantinya BBM dapat dipasok ke Dekai melalui jalur darat, sehingga tidak lagi bergantung pada kondisi  pasang surut sungai dan dermaga Logpon seperti saat ini.

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Yahukimo, John F Ronsumbre mengatakan dengan pembangunan jober tersebut dilihat oleh Bupati Yahukimo sebagai peluang yang luar biasa lewat gerbang kawasan Selatan Papua.

“Dengan dibangunnya SPBU ini, kami yakin dapat menjawab semua masalah kemahalan harga BBM di Yahukimo. Kami siap bersinergi dengan Pertamina untuk tujuan ini,” kata John Ronsumbre.

Tak hanya itu, pihaknya juga melihat hal tersebut sebagai peluang ekonomi baru, yakni pendistribusian bbm dan logistik lain ke wilayah Pegunungan Tengah Papua melalui Dekai, Yahukimo.

Lebih lanjut, John Ronsumbre mengatakan saat ini ruas jalan Keyke – Pepera yang telah terbangun yakni sepanjang 27 km.

“Masih kurang sekitar 35 km lagi hingga tembus ke Kampung Pepera,” ucapnya.

Terkait dengan distribusi BBM di Yahukimo, sebelumnya Bupati Yahukimo Abock Busup mengatakan bahwa pihaknya telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan PT. Patralogistik, anak perusahaan pertamina.

Kerjasama yang dibangun ialah skema penyaluran BBM melalui pelabuhan Pepera dan pembangunan Depo Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di bandara Nop Goliat Dekai.

“Bandara Nop Goliath Dekai menjadi pusat pengisian bahan bakar avtur di Pegunungan Tengah, sehingga pertamina kerjasama dengan Pemkab Yahukimo,” kata Abock.

Dengan terbangunnya jober pertamina dan DPPU diharapkan BBM satu harga dapat terwujud, dengan demikian secara otomatis akan mengurangi disparitas harga, khususnya di Kabupaten Yahukimo. (Yulika)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s