PERSATUAN GEREJA-GEREJA PAPUA AJAK WARGA HIDUP RUKUN

Persatuan Gereja-Gereja di Papua (PGGP) mengajak segenap warga yang ada di daerah itu untuk hidup rukun dan damai, tidak cepat terprovokasi dengan isu memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Demikian hal ini ajakan ini disampaikan oleh Sekretaris Umum PGGP Pdt Mathan Ayorbaba M.Th disela-sela kegiatan dialog lintas agama Provinsi Papua di Kota Jayapura, Minggu.

“Saya ajak atau imbau kepada umat Tuhan dan gereja serta warga Papua pada umumnya agar kita semua bersama-sama menjaga keamanan dilingkungan masing-masing, menjaga hubungan baik agar tetap hidup rukun dan damai diatas tanah Papua,” katanya.

Ia berharap para pemimpin gereja dan pemimpin umat agar dapat memberikan pencerahan dan pemahaman berdasarkan kepercayaan masing-masing sehingga para warga tetap saling mengasihi, mendukung, menghargai dan mencintai satu sama lainnya sebagai umat ciptaan Tuhan, sehingga terhindar dari sikap intoleransi.

“Dari gereja juga, kami harapkan ada kerja sama dan komunikasi yang baik antar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang ada di Papua dengan aparat keamanan TNI Polri agar kedamaian dan keamanan di tanah Papua yang sudah ada, tetap terjaga dan terpelihara dengan baik, sehingga kita semua bisa tetap berkarya bagi pribadi, keluarga, anak cucu, bangsa dan negara,” katanya.

Selain itu, Mathan juga mengajak kepada para mahasiswa asal Papua yang berkuliah diluar dan telah kembali dari bangku study karena merasa terancam atau terintimidasi agar bisa berpikir jernih dan bijak, dengan harapan bisa segera kembali ke kota studi masing-masing untuk menyelesaikan kuliah demi masa depan sebagai generasi penerus bangsa dan negara.

“Kepada anak-anakku, saudara-sauadaraku, para mahasiswa dan mahasiswi yang kuliah di luar Papua namun saat ini sedang exudous dan pulang ke tanah Papua, bahwa anak-anak mahasiswa adalah anak-anak yang cerdas dan berintelektual, berpikir yang bijak dan dewasa, agar supaya bisa kembali ketempat perkuliahannya untuk menempuh studinya hingga selesai, karena mahasiswa adalah generasi penerus Papua dan Indoensia,” katanya.

Mengenai perasaan kurang nyaman atau takut karena terintimidasi, Mathan menyarankan agar hal itu bisa disampaikan kepada pihak yang berwajib ataupun kepada pemerintah daerah setempat.

“Jika ada hal yang dirasa kurang nyaman, segera lapor kepada pihak yang berwajib. Jika ada yang merasa terancam, mohon untuk membuka diri dan mari kita sama-sama selesaikan masalah yang ada agar ada jalan keluar dan bisa bisa kembali berkuliah,” katanya.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s