TOKOH PAPUA APRESIASI KEHADIRAN APARAT KEAMANAN

Salah satu tokoh Papua Malaikat Alfius Tabuni mengapresiasi kehadiran aparat keamanan Polri dan TNI di Bumi Cenderawasih, terlebih khusus di Kota Jayapura pascademo tolak rasisme yang berujung anarkhis pada akhir Agustus lalu.

“Terima kasih, kami sampaikan kepada pimpinan TNI dan Polri yang sudah menunjukkan bahwa negara hadir disini, di Kota Jayapura sehingga membuat situasi makin aman dan kondusif,” kata Alfius yang juga Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi Papua dalam rilis yang diterima Sentani News, Selasa.

Ia menilai bahwa aksi pada akhir Agustus lalu di Kota Jayapura telah membuat duka bagi semua pihak yang tinggal di ibu kota Provinsi Papua, namun degan adanya aparat keamanan TNI dan Polri, situasi yang tadinya buruk dan mencekam berangsur-angsur pulih kembali, sehingga warga bisa berakvitas seperti sedia kala.

“Kepada aparat keamanan yang ada di Papua kami sangat berterima kasih, karena adanya mereka semua tempat bisa aman dan kami nyaman beraktifitas,” katanya.

Alfius yang berasal dari Wilayah adat La Pago memberikan contoh situasi di kawasan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura yang terasa masih kurang nyaman di malam hari.

“Seperti contoh di entrop itu kalau sore hingga malam kami merasa tidam aman, karena masyarakat masih ada yang saling curiga dan ada semacam keinginan balas dendam dari peristiwa kerusuhan 29 Agustus lalu,” katanya.

“Dengan keberadaan personil Brimob di berbagai titik di Kota Jayapura, aktifitas semua warga dapat berjalan dengan baik, tanpa rasa takut. Sehingga ini menunjukan Keamanan yang banyak hadir di Papua adalah sebuah Tugas negara sehingga kita sebagai warga papua harus Hidup dalam kedamaian, kebersamaan, pembauran,” katanya lagi.

Selain meminta kepada personel TNI dan Polri melaksanakan tugas sesuai tupoksi, Alfiys juga mengimbau kepada semua pemangku kepentingan untuk duduk dan gelar dua serta puasa bersama untuk membantu memulihkan situasi menjadi lebih nyaman.

“Saya ajak semua pihak, tokoh agama, gereja, pagyuban dan mahasiswa juga berdoa, orang tua berdoa, di gunung, di lembah, di pantai, sehingga pemulihan bisa kita dapatkan dari Tuhan. Masyarakat dan pemerintah harus bersatu padu, menuju Papua maju,mandiri dan sejahtera dalam berkeadilan, tentunya dalam bingkai NKRI,” pungkasnya. (MAN)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s