GUBERNUR PAPUA KUNJUNGI KORBAN PENGANIAYAAN OKNUM KELOMPOK MAHASISWA

Gubernur Papua didampingi Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf A Rodja dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab mengunjungi Korban penganiayaan oleh oknum kelompok mahasiswa pengunjuk rasa di RS Bhayangkara, Kota Jayapura, Selasa.

Di rumah sakit milik korps Bhayangkara itu, terdapat 6 orang personil Polri yang menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok mahasiswa.

Keenam korban tersebut mengalami pukulan dengan balok di kepala belakang, tendangan di dada, dan pukulan di muka mengakibatkan mata kiri bengkak dan dagu luka.

Aksi penganiayaan tersebut terjadi saat aparat keamanan TNI dan Polri yang sedang melaksanakan tugas pengamanan di Expo Waena, Distrik Heram, diserang secara tiba-tiba oleh mahasiswa yang baru turun dari atas truck, usai duduki auditorium Uncen Abepura.

Mahasiswa yang turun tersebut hendak diantar ke Expo Waena dengan menggunakan 15 kendaraan sesuai dengan kesepakatan dalam negosiasi dengan Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinsa bersama mahasiswa di halaman Auditoium Uncen.

Peristiwa itu mengakibatkan 1 anggota TNI meninggal dunia dan 6 anggota Polri mengalami luka-luka. Praka Zulkifli Al Karim, merupakan personel Yonif 751/Raider yang meninggal karena dikeroyok dan dibacok oleh oknum mahasiswa.

Llau, korban luka-luka diantaranya Briptu Ari Torong personel BKO Brimob Sumut yang mengalami luka di jidad dan samping kanan kepala, serta luka telinga bagian kanan.

Aipda Alsaut T Ranbe, merupakan personel BKO Brimob Sumut mengalami luka dibawah mata, lalu Bripka Sartono personel BKO Brimob Sumut, Dedy personel BKO Brimob Sumut, Aiptu Ibrahim Hadi personel Polres Jayapura Kota dan Bripka Maulana Sihombing personel BKO Brimob Sumut yang mengalami luka dagu sebelah kanan.

Kabid Humas Polda papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan Kerusuhan di Kota Jayapura diduga didalangi oleh Kelompok KNPB dengan menggerakan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) eksodus melakukan tindakan provokatif dan anarkis yang mengakibatkan satu anggota TNI gugur dan 6 aggota Polri mengalami luka-luka.

“Saat ini sebanyak 733 orang mahasiswa yang membuat kerusahan sementara diamankan di Mako Brimob Polda Papua untuk dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Dit Reskrimum Polda Papua,” katanya. (MAN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s