MUI : MASALAH PAPUA BUKAN SOAL AGAMA

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua menilai bahwa sejumlah persoalan yang terjadi di Bumi Cenderawasih, khususnya di Kota Jayapura dan Wamena, Kabupaten Jayawijaya bukanlah karena masalah agama, tetapi murni kerusuhan.

Demikian hal ini disampaikan oleh Ketua MUI Provinsi Papua KH Syaiful Islam Al Payage menyikapi beragam tanggapan terkait persoalan kerusuhan di Kota Jayapura pada akhir Agustus 2019 dan Wamena pada 23 September 2019.

“Perlu saya sampaikan bahwa sesungguhnya peristiwa yang terjadi di Wamena itu bukan berkaitan dengan antaragama tapi itu merupakan murni kerusuhan, yang mana kita tidak menginginkan kejadian itu terjadi,” katanya.

“Sehingga saya perlu mengimbau kepada saudara kita muslim di Papua dan umumnya di luar Papua, agar menenangkan diri, menyerahkan semua persoalan kepada pihak berwenang. Itulah kebijakan yang arif, dan bijaksana, karena dalam agama mengajarkan tidak boleh mendatangkan kemudaratan yang mana dalam rangka menyeleseikan masalah tidak boleh mendatangkan masalah yang baru,” sambungnya.

Ia menduga banyak sekali berita hoax yang beredar di luar Papua sehingga muncul beragam informasi yang perlu diklarivikasi atau diluruskan agar tidak salah paham dan membuat dampak yang besar dan bisa menambah persoalan baru yang bisa memecah belah rasa persatuan dan kesatuan sesamam anak bangsa.

“Banyak sekali berita-berita hoax yang beredar di luar Papua bahwa ini atas nama agama, itu sangat tidak benar. Kita di Papua ini tidak pernah punya masalah soal agama. Kita punya komitmen yang tinggi. Saya sebagai gubernur umat Islam di Papua, saya selalu menjaga komitmen dengan para pendeta, pastor dan lainnya, agar menjaga ukuwuha diniah pesaudaraan antaragama,” katanya.

“Sehingga saya mau tegaskan pada kesempatan ini, saudara-saudaraku yang ingin berjuang berjihad, ada rencana ke Papua, saya mengharapkan untuk menahan diri, jihad yang sebenarnya adalah doakan kami, anak-anak putra purti bangsa Indonesia yang ada di Papua ini mudah-mudahan kita bangkit dari kejadian ini. Kita lebih tingkatkan persaudaraan dan persatuan bagi anak Papua ini harapan dan doa,” katanya.

KH Syaiful Islam juga meminta kepada aparat keamanan khususnya Polri agar bisa menegakan hukum dan aturan yang seadil-adilnya, sehingga tidak ada yang merasa dipinggirkan akibat masalah yang telah menjadi perguncingan publik.

“Kepada pihak berwenang yakni kepolisian dalam hal ini Kapolda Papua untuk menegakkan hukum yang setinggi-tingginya, kita sadari bahwa Indonesia adalah negara hukum oleh karena itu saya sangat mengharapkannya,” katanya.

Selain menyingung soal Wamena dan Kota Jayapura, KH Syaiful Islam juga mengajak agar pada mahasiswa yang exodus bisa kembali berkuliah guna mendukung masa depan yang lebih baik lagi.

“Kepada pemerintah dalam hal ini Gubernur Papua, MRP, DPRP agar melakukan langkah-langkah riil, bagaimana menyelamatkan para mahasiswa ini agar kembali berkuliah, karena mereka ini adalah generasi emas, yang musti kita jaga untuk bangun tanah Papua kedepan,” katanya berharap.(Man)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s