PERINGATI HARI PANGAN SEDUNIA, DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI PAPUA GELAR FGD

Dalam rangka memperingati Hari Pangan Se-Dunia yang jatuh setiap 16 Oktober, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua menggelar Fokus Group Discussion (FGD) di Merauke dengan fokus pembahasan tentang sagu.

“Sagu mempunyai potensi luar biasa untuk peningkatan ekonomi masyarakat asli Papua karena mempunyai nilai jual yang tinggi, dan varian produk yang dihasilkan dari sagu banyak,” kata Ir. Roberth Edi Purwoko, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua.

Lebih lanjut Roberth Edi mengatakan FGD yang digelar tersebut bertujuan mencari masukan pemikiran – pemikiran agar menjadi komoditas pangan unggulan di Papua.

“2020 ada PON, diharapkan sagu bisa disuguhkan atau dipasarkan menjadi buah tangan kontingen,” ujar Roberth Edi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Ir Roberth Edi Purwoko

FGD yang digelar di salah satu hotel di Merauke pada (29/10) tersebut menghadirkan 4 pembicara yakni Ketua Masyarakat Sagu Indonesia (MASSI) Prof Bintoro, Ketua PHRI Syahril Hassan, Kepala Balitbangda Provinsi Papua, Omah Laduani, dan Perwakilan Bank Indonesia Galih Utomo.

Ketua MASSI Prof. Bintoro menyebut hutan Sagu terbesar di Indonesia ada di Papua namun potensi yang ada belum dikembangkan secara maksimal.

“Luasan hutan sagu di Papua mencapai 5,2 juta hektar. Di Papua tanaman sagu yang ada lebih banyak tidak di panen daripada di panen. Kalau tidak dimanfaatkan ini sayang sekali,” ujarnya.

Menurutnya jika potensi yang ada ini digarap dengan baik maka akan mendatangkan kesejahteraan bagi warga Papua.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Marind, John Gluba Gebze, menyambut baik upaya pemprov Papua mendorong sagu sebagai komoditas unggulan.

“Sagu identik dengan orang Marind. Jadi melestarikan sagu identik dengan melestarikan eksistensi orang Marind,” kata John Gluba.

“Pemerintah daerah harus mengajak masyarakat budaya makan sagu. Jadikanlah sagu sebagai makan pokok makanan lain makan tambahan, sehingga itu mendorong multiplayer efek dari ajakan ini,” pungkasnya.

Di akhir acara FGD dilakukan penandatangan kerja sama antara Ketua Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Syahril Hassan dan salah satu kelompok usaha Sagu yang diketuai oleh Yakobus Yakop.

Ada 3 point inti kerja sama yakni; kelompok usaha menyediakan sagu dengan kualitas yang baik secara kontinyu, PHRI bersedia menyerap produk sagu dari masyarakat dan PHRI akan mencantumkan menu sagu dalam daftar menu hotel restoran. (Yulika)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s