FREDI GEBZE: KAMPUNG TAMBAT AKAN DIJADIKAN WISATA INDUSTRI SAGU TERPADU

Sagu adalah tanaman pangan lokal yang banyak dijumpai di Merauke. Sagu biasanya ditokok untuk menghasilkan tepung sagu dan diolah menjadi bahan makanan.

Ketua Masyarakat Sagu Indonesia (MASSI) Prof. Bintoro menyebut ada 6,5 juta hektar luasan hutan sagu di Indonesia dan 5,6 juta hektar ada di Papua, namun sayangnya potensi yang dimiliki belum dikelola secara maksimal. Sementara di sisi lain, permintaan sagu di dunia cukup tinggi.

“Sagu menjadi bahan dasar berbagai varian produk. Ada 369 varian produk yang bisa dihasilkan dari sagu. Permintaannya cukup besar di pasar Jepang dan Korea. Sayang kalau peluang tersebut tidak dimanfaatkan,” ungkap Bintoro saat peringatan Hari Pangan Sedunia di Merauke (30/10)

Di Kabupaten Merauke sendiri, hutan atau dusun – dusun sagu dijumpai di bantaran sungai, diantaranya sungai Maro dan sungai Bian.

Saat ini pengolahan tanaman sagu masih dilakukan secara tradisional dengan kapasitas produksi yang terbatas. Untuk memaksimalkan potensi sagu yang dimiliki, Pemerintah Kabupaten Merauke berencana menjadikan Kampung Tambat Distrik Tanah Miring  sebagai kampung wisata industri sagu terpadu.

Frederikus Gebze Bupati Merauke (Foto: Yulika Anastasia)

“Tempat terdekat untuk mendistribusikan sagu di wilayah ini ialah di Tambat. Kami mulai berpikir untuk pengelolaan sagu, maka saya putuskan untuk membangun Kampung Tambat sebagai kampung wisata industri pengelolaan terpadu yang berbasis tanaman sagu,” beber Bupati Merauke Frederikus Gebze.

Fredi Gebze mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pencanangan Tambat sebagai kampung industri sagu dengan harapan agar terjadi peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kami akan menjadikan Tambat sebagai pilot project,” ungkapnya,

 Karena itu akan dilakukan pendampingan, pengawasan, pembinaan dan pendanaan yang baik, misalnya bekerja sama dengan BUMD atau bumkam.

Lebih lanjut Fredi Gebze mengatakan pihaknya akan memerintahkan rumpun dinas pertanian untuk melakukan penelitian dan identifikasi varietas tanaman sagu yang ada di Merauke serta mempersiapkan regulasi untuk melindungi cadangan sagu.

“Kita akan mengembangkan sagu di pesisir sungai, dan melakukan penetapan wilayah sagu. Kita harus proteksi wilayah itu,” pungkasnya. (Yulika)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s