Penghapusan Data STNK yang Mati Kedepan Akan diberlakukan

Sentani (Sentani News)- Belum lama ini tersiar kabar akan diberlakukan kebijakan yang berasal dari Korlantas Polri, bahwa STNK yang mati selama dua tahun berturut-turut dan tidak diregistrasi ulang maka identitas STNK tersebut akan dihapus atau dinonaktifkan.

Kasat Lantas Polres Jayapura, AKP Andhika Temanta Purba, S.IK, menjelaskan, kebijakan tersebut telah diatur dalam undang-undang No.22 Tahun 2009, yang peraturan pelaksanaannya adalah peraturan Kapolri No.5 Tahun 2012, yang mana apabila kendaraan tidak diregistrasi ulang selama 5 tahun berjalan sesuai masa berlaku dapat dinonaktifkan.

“Artinya di tahun ke 7 apabila tidak dilakukan registrasi ulang atas pertimbangan petugas datanya dapat dihapuskan, artinya barang itu menjadi ilegal dia karena dikumen kepemilikan dianggap tidak sah, otomatis dilokumen operasionalnya seperti STNK dianggap tidak sah, karena tidak terdaftar,”jelasnya. saat ditemui Sentani News di ruang kerjanya. Rabu (12/02/2020).

Namun meski begitu kata Andhika, petugas tidak serta-merta langsung menghapus indentitas kendaraan dimaksud, ada kriteria-kriteria yang diatur lebih lanjut. selanjutnya Polisi bersama Dinas Pendapatan dan Jasa Raharja dalam mekanisme kerja satu atap tentunya selalu menyediakan solusi bagi sipemilik kendaraan.

“Solusinya kalau mau diaktifkan kembali dia harus daftar ulang lagi seperti kendaraan baru, jadi seperti itu solusinya. Tetapi tentu akan lebih mahal lagi biayanya ketimbang membayar perpanjangan saja,”ungkapnya.

Kata, Andhika meski telah ada aturan yang mengatur untuk wilayah kabupaten Jayapura kebijakan tersebut belum dilaksanakan oleh pihak Polres Jayapura, namun kedepannya kebijakan dimaksud tetap akan diterapkan.

“Secara internal kita sudah sosialisasikan, karena kita dalam menerapkan suatu kebijakan tetap harus menerima respon dari berbagai pihak. Jadi diwacanakan sebelum direalisasikan sambil Mabes Polri dalam hal ini Korlantas menerima input dan masukan, sehingga kalau benar diterapkan sudah terukur,”paparnya.

Andhika menambahkan, soal kebijakan dimaksud apabila benar-benar diterapkan akan sangat membantu pihak kepolisian dalam mengungkap kasus kriminal dari pelat nomor kendaraan yang digunakan para pelaku kejahatan saat melakukan aksinya.

“Indentitas kepemilikan yang tidak jelas sangat rawan akan tindakan kriminal, sebab kendaraan bermotor dapat digunakan untuk hal-hal yang buruk selain punya manfaat baik, jadi tujuannya secara tidak sadar memaksa masyarakat untuk patuh sehingga memudahkan pihak kepolisian,”pungkasnya.(fuad/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s