Bappenda : Kampung Harus Prioritas Ekonomi Produktif Ketimbang Pembangunan Fisik

Sentani (Sentani News)- Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura, mengingatkan kepada Kepala Kampung dalam merencanakan pembangunan di wilayahnya harus lebih utamakan pendekatan skala prioritas seperti pemberdayaan ekonomi produktif ketimbang pembangunan fisik.

Kepala Bappenda Kabupaten Jayapura, Theopilus H. Tegai, S.Sos, M.Si,. mengatakan hanya dengan melalui ekonomi produktif secara perlahan dapat menumbuhkan ekonomi keluarga , dengan begitu ada peningkatan pendapatan pada keluarga sehingga ada kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

“Karena banyak potensi yang bisa digali untuk menambah penghasilan mereka, ada kebun coklat, kebun pisang, juga lahan yang luas untuk berternak sapi, ayam,”jelasnya, saat ditemui wartawan. Usai dirinya mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Distrik Nimboran Tahun 2020/2021, di balai pertemuan Kantor Distrik Nimboran, Selasa (18/2/2020).

Ini perlu menjadi perhatian lebih, sebab anak muda sekarang sebagai generasi penerus pembangunan di kabupaten Jayapura telah alami perubahan mindset (pola pikir) dan hal ini disangka sangat berbahaya untuk kelangsungan pembangunan di kampung.

“Dengan sendirinya kehidupan sehari-hari dalam pemenuhan rumah tangga sudah pasti terpenuhi juga bisa membayar pajak, oleh sebab itu kami berikan penekanan disisi itu, supaya jangan lebih banyak ke pembangunan fisik. Silahkan saja tapi tetap menggunakan skala prioritas,”Papar, Theopilus.

Selain pengembangan ekonomi produksi, kata Theopilus, daerah yang dianggap punya potensi untuk pemasukan daerah sebagai bentuk retribusi Daerah harus bisa dikelola. Ini sesuai dengan undang-undang sebagai bentuk retribusi tingkat Kampung ke Kabupaten.

“Kalau di kampung ada potensi pajak yang bisa dipungut kepala kampung dapat membantu kita, karena nanti kita kembalikan juga ke kampung. Kita sudah anggarkan uangnya sudah ada. Dan ini juga sudah diatur oleh peraturan Bupati,”jelas, Theophilus.

Theopilus menambahkan, paling lambat semester pertama pada bulan juni bagi hasil sudah bisa dibagikan sebagai hasil dari sumber pendapatan Kampung selain dari Alokasi Dana Kampung (ADK), Prospek dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Ini merupakan bagian dari kebijakan Bupati terhadap Distrik sebagai pusat data, pusat pelayanan, dan pemberdayaan. Karena sejumlah kewenangan dari OPD akan diberikan ke Distrik, dan Bapennda sendiri dalam pelimpahan kewenangannya akan menepatkan petugasnya di Distrik.

“Akan diberikan sejumlah dukungan fasilitas operasional, seperti kendaraan dinas roda dua, komputer dan lain-lain,”pungkasnya.(fuad/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s