Dalam 2 Bulan, Polres Jayapura Tangani 9 Kasus Pemerkosaan Anak Dibawa umur

Sentani (Sentani News) – Dalam dua bulan dari Januari 2020 hingga Februari ini Polres Jayapura telah menangani sembilan kasus pemerkosaan anak dibawa umur.

Hal itu disampaikan langsung Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si didampingi Kasat Reskrim AKP Henrikus Yossi Hendrata, SH., S.IK pada Press conference yang berlangsung di ruang Cycloop Polres Jayapura, Senin (17/2/2020) sore.

“Kasus ini memang cukup menonjol dalam dua bulan belakangan ini, yakni dibulan Januari ada tuju kasus dan Februari ada dua kasus, yang telah diungkap sebanyak lima kasus dengan tuju tersangka, sehingga masih ada empat kasus yang masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan, dimana lima kasus ini memang cukup menjadi perhatian publik, penyebabnya diantaranya ada yang karena minuman keras dan ada hubungan sedarah, keluarga ataupun serumah,” jelas Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si saat diwawancarai

Kata Victor, tiga tersangka sekaligus yang melakukan penyekapan kemudian dibawa ke tempat sepi, dalam pengaruh miras dan melakukan pemerkosaan/persetubuhan anak dibawah umur masing – masing berinisial HR (20), YM (27), YK (20) yang terjadi pada bulan Januari saat Tahun Baru 1 Januari 2020 dengan korban kaka beradik yang terjadi di jembatan Komba Sentani.

Kemudian lanjutnya ada kasus antara anak tiri dan bapak tiri yang terjadi di Yapsi dengan tersangka berinisial WW (34), dengan memaksa dan mengancam korban yang mengakibatkan korban hamil di usia 14 tahun.

“Jadi untuk pelaku RL (49) yang memperkosa korban itu masih ada hubungan keluarga terjadi di Kampung Sereh Sentani, diketahui ibu korban saat memandikan anaknya, dimana ada darah saat korban buang air besar, dengan mengancam pelaku kemudian melakukan aksinya. Adalagi pelaku RW (27) dimana pemerkosaan ini terjadi di Kampung Yepase Depapre, antara pelaku dan korban masih hubungan keluarga dekat dimana pelaku menyekap korban untuk menonton video porno dan melakukan akisnya. Yang terakhir antara paman dan keponakannya, dengan pelaku berinisial NE (40) yang terjadi di Kampung Ibub Distrik Kemtuk Gresi,” pungkasnya.

Dikatakanya, sejauh ini masih ada lagi kasus oknum guru olahraga berinisial SPP (29) yang mencekoki muridnya dengan minuman keras kemudian diperkosa yang terjadi di Yapsi dan telah ditangani langsung atau prosesnya oleh Polsek Kaureh.

Selain itu Vicktor menuturkan sejauh ini kasus pemerkosaan rata – rata korban masih berumur 8 hingga 14 tahun, perlu disampaikan juga terkadang ada kearifan lokal dimana diselesaikan secara adat, tentunya kami dari Kepolisian mempertimbangkan hal – hal tersebut, namun terkait perlindungan perempuan dan anak tetap menjadi atensi pihaknya.

“Jadi kita berharap kepada para tokoh – tokoh jika ada kasus terhadap anak agar tidak diselesaikan secara adat hingga bisa menjadi efek jera terhadap pelaku, jadi ada tuju pelaku yang ditangani Polres ditambah 1 pelaku yang ditangani Polsek Kaureh yang semuanya kami jerat UU perlindungan anak dengan pasal 76 D Jo 81 ayat 1 tentang persetubuhan anak dibawah umur dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ucapnya.(tinus/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s