Karena Korupsi, Wakil Bupati Sarmi Kini Mendekam di Lapas Doyo

Sentani (Sentani News) – Wakil Bupati Kabupaten Sarmi, Yosina Troce Insyaf SE., MM. terpidana kasus korupsi pembangunan bendungan irigasi di Kabupaten Sarmi, berhasil diamankan tim gabungan Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Jayapura di sebuah apartemen di Jakarta Selatan, pada Selasa (18/2/2020) 13:01 pagi WIB.

Usai diamankan, pelaku langsung diterbangkan dari Jakarta ke Jayapura kemudian pelaku langsung diamankan di Lapas Doyo tepat jam 18:30 wit.

Kepala Kejaksaan Negri Jayapura, N. Rahmat R, SH mengatakan perkara ini bermula dari tahun 2012 yang bermula dari SKPD di sekertariat Kabupaten Sarmi terhadap pembangunan bendungan irigasi lokasai tahap satu dan dua, yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar tujuh milyar lebih.

“Jadi terdakwa ini wakti itu sebagai bendahara sebelum jadi Wakil Bupati. Sehinggak ketika di lakukanferifikasi hakirnya terdakwa ini di simpulakan melakukan tindak pidana korupsi dan suda di putuskan di Pengadilaan Makama Agung RI dengan nomor putusanya 1524K/ Pid.Sus/2018 tanggal 14 novenber tahun 2018 bahwa pelaku diberi hukukan selama empat tahun penjara dan denda sebesar dua ratus juta rupia,” Ungkap Kejari Jayapura, Rahmat kepada wartawan pada press release, usai mengamankan pelaku di Lapas Doyo Sentani Kabupaten Jayapura, Selasa 18/2/2020) malam.

Ia menjelaskan bahwa, penangkapan ini berawal setelah dirinya mendapatkan informasi dari kasat intel dan rekan-rekan jaksa terkait beberapa terdakwa yang belum dilaksanakan eksekusi, selain terdakwa yang baru di amankan tersebut.

“Saya menerima laporan bahwa ada beberapa terdakwa yang belum di laksanakan eksekusi, dan dari data ini yang menjadi perhatian khusus adalah yaitu YTI yang suda kami eksekusi ini. Oleh karenaya maka kami bentuk tim dan berkordinaai dengan Polres Sarmi, kemudia kami mendapatkan gambaran bahwa selain berdomisili di sarmi pelaku juga berdomisili di Jayapura dan juga di Jakarta, sehingga kami memantau pelaku selama dua hari yaitu hari senin dan hari selasa ini tepatnya 18 Februari 2020 ini baru kita amankan pelakunya pada jam satu pagi di salah satu apartemen di Jakarta, dan kemudian kami bawa ke Jayapura untuk Kami eksekusi langsung di Lapas Doyo, ” Jelasnya.

Dikatakanya, kasus ini sebenarnya di tahun 2012 hanya saja baru di eksekusi sekarang, karena terdakwa pernah minta untuk penundahan eksekusi sirinya melalui pengacaranya. Karena berlarut-larut, juga tidak pernah hadir saat diberikan surat panggilan maka baru sekarang pihaknya melakukan pengejaran.

“Pada kesempatan ini saya menghimbau kepada yang merasa sebagi terdakwa kasus korupsi yang suda mempunyai kekuatan hukum tetap untuk bisa menyerahkan diri melalui Kejaksaan Negri, Kejaksaan Tinggi, ke Polres, dan Polda, karena hal ini merupakan manah dan perintah undang-undang, jikalu tidak menyerahkan diri maka kami akan menindaklanjutinya bersama para aparat keamana untuk melakukan pengejaran selerti pelaku yang baru kita eksekusi ini,” tutupnya.(tinus/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s