LSM Papua Bangkit Nilai Papua Belum Siap Laksanakan PON

Sentani (Sentani News)- Ketua LSM Papua Bangkit, Hengky Yoku mengakui Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 di Papua secara keseluruhannya menurutnya belum siap.

“Iya, kalau dari segi pelaksanaan kita harus jujur dan akui bahwa kita di Papua secara keseluruhan belum siap melaksakan PON, mungkin kita perlu waktu limah sampai sepuluh tahun lagi baru kita bisa menyelenggarakan PON, jadi saya pikir kita tidak perlu memaksa situasi yang ada saat ini,” ujar Hengky kepada Sentani News ketika di temui, Selasa (25/2/2020) sore.

Dirinya mengaku bahwa, Papua belum siap menyelenggarakan PON, dikarenakan seluruh anggaran Pemerintah dimanfaatkan untuk membangun infrastuktur PON, yang dampaknya mengakibatkan pertumbuhan ekonomi di Papua rendah, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kenapa saya bilang Papua belum siap. Karena menurut data BPS pertumbuhan ekonomi di Papua menurun lima belas persen (15%) akibat seluruh angaran Pemerintah dimanfaatkan untuk insprastuktur PON. Oleh sebap itu hal ini kita bisa simpulkan bahwa penyelengraan PON tidak menumbuhkan ekonomi di Papua, padahal logikanya itu penyelengaran PON ini harusnya menumbuhkan ekonomi, tetapi malahan hal itu terbalik dan ini fakta nyata atau realitasnya yang saat ini kita rasakan,” ujar Hengky.

Dirinya sangat menghawatirkan bahwa setelah penyelenggaraan PON, nasib
pejabat Papua akan sama seperti para pejabat di Sumatra Selatan dan Jawa Barat yang ramai-ramai masuk penjara.

“Jadi saya pikir kita harus belajar dari pengalaman yang terjadi di Sumatra Selatan dan Jawa Barat bahwa pada saat itu mereka berusaha mengejar target untuk PON, tetapi sekarang kita lihat apakah pertumbuahan ekonomi disana nampak, pada kenyataanya malahan setelah penyelengaraan PON para pajabat-pejabat di sana rame-rame masuk tahanan. Untuk itu saya khawatir setelah selesainya penyelenggaraan PON di Papua ini, seluruh pejabat Papua yang ada di tingkat Provinsi sampai dengan Kabupaten Kota rame-rame masuk tahanan,” ungkap Hengky.

Menurutnya, hal itu tidak menutup kemungkinan akan terjadi, dan menurut data LSM Papua Bangkit, penyelengaran PON ini persoalan yang sangat serius. Karena ini iven Naisonal, sehinga setelah PON ini selesai maka aparat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK akan beraksi atau bekerja, dan di saat itulah aroma penyimpangan mulai tercium.

“Jadi saya LSM Papua Bangkit memastikan bawa setelah iven ini akan banyak pejabat yang masuk tahanan. Untuk itu kita lihat saja, karena atas nama PON para pejabat ini memaksakan kehendak untuk membangun banyak venue-venue dengan mengunakan angaran Pemerintah secara tidak jelas, dan hal ini suda menjadi bahan laporan ke Kejaksaan bahkan ke KPK,” pungkasnya.

Untuk itu katanya, perlu diketahui bahwa hidup ini tabur tuai sehingga, apa yang ditabur para pejabat ini akan dituai juga pada waktunya nanti, dan ingat setiap usaha tidak pernah menghianati hasilnya, sehingga mereka akan menkmati hasilnya nanti sesuai perbuatan mereka.(tinus/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s