Pemkab Jayapura Dinilai Gagal Lindungi Warisan Leluhur

Sentani (Sentani News) – Kebakaran hutan sagu yang terjadi di beberapa kampung yang ada di Kabupaten Jayapura, salah satunya di kampung Harapan tepatnya di seputaran Kalkote dan sekitaranya itu, mendapat perhatian serius dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Papua Bangkit.

Dengan terjadinya kebakaran tersebut, Ketua LSM Papua Bangkit, Hengky Yoku menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura khususnya Dinas terkait, gagal dalam melindungi hutan sagu yang merupakan warisan leluhur atau nenek moyang.

“Kami dari LSM Papua Bangkit sangat menyesalkan adanya kebakaran hutan sagu, terlebih lagi kami sangat menyesalkan kurangnya perhatian yang baik dari Pemerintah, khususnya di Dinas terkait. Karena secara tidak langsung hal ini suda merusak lingkungan sekitar tetapi juga mematikan sumber pangan lokal orang Asli Papua (OAP) yang merupakan warisan nenek moyang kita dulu,” ungkap Ketua LSM Papua Bangkit, Hengky Yoku kepda Awak Media di Sentani, Rabu (26/2/2020) siang.

Menurutnya, Dinas terkait kurang waspada dalam mensosialisasikan pentingnya hutan sagu bagi kehidupan masyarakat, dan juga Dinas terkait kurang intens, dan cenderung tidak peduli.

“Saya katakan pejabat Pemerintah cenderung tidak peduli terkait pesoalan-persoalan yang terjadi di tenga-tenga masyarakat. Kenapa saya katakan itu karena, kita kan tau bersama bahwa sagu merupakan makanan lokal orang Papua tetapi juga bisa di bilang makanan tradisional. Oleh karena itu tentunya harus ada perlindungan khusus dari Dinas terkait, tetapi kenyataanya tidak ada perlindungan khusus. Sehingga kami sangat menyesalkan hal ini,” pungkasnya.

Kata Hengky, kalau memang Pemerintah beralasan pembakaran hutan sagu itu untuk pembangunan jalan atau kepentingan PON silahkan saja, tetapi tidak mengurangi sebaran dari pada pohon sagu. Artinya bahwa ketika lahan itu mau di pergunakan untuk kepentingan PON, berarti Pemerintah juga harus menyediakan lahan sedemikian rupa untuk menanam pohon sagu. Sehingga dari segi kuantitas pohon sagu itu tidak berkurang.

“Jadi kalau kita mau membangun jalan, perumahan dan lain sebagainya itu silahkan saja membakar atau menebang pohon sagu, tetapi, populasi pohon sagu itu harus perlu di tingkatkan juga, demi keberlangsungan hidup orang Papua yang menetap sekitar situ maupun untuk anak cucu kita nanti,” jelasnya.

Dikatakanya, populasi penduduk yang semakain meningkat kedepanya tentunya akan membuat lahan padi yang menghasilkan beras ini berkurang atau menurun. Untuk itu perlu di ketahui bersama bahwa sagu merupakan sumber pangan lokal yang kedepanya nanti akan sangat penting sekali bagi orang Papua dalam mengimbagi haraga pokok beras yang cederung meningkat.

“Perlu kita ketahui bahwa wilayah Papua memang suda di ciptakan oleh yang maha kuasa untuk tumbu dan berkembangnya sagu untuk menjadi pangan lokal kita. Untuk itu bagi para intansi-intansi teknis, harus bisa memiliki rasa kepedulian terhadap hutan sagu dalam bentuk perlindungan yang baik. Karena masyarakat ini tidak bisa kita tekankan mereka terus meneru untuk menjaga hutan sagunya, sementara Pemerintah sendiri kurang serius mengurus hutan sagu,” ujar Hengky.

Lanjutnya, apabila Pemerintah serius mengurus hutan sagu atau serius mengurus lingkungan, maka pasti masyarakat juga ikut peduli menjaganya.

“Kita harus jujur mengakui bahwa kepedulian Pemerintah dan masyarakat terhadap lingkungan cenderung menurun. Kenapa saya katakan itu karena kita luhat saja hutan Cycloop yang hancur parah ini saja kepedulian kita masi rendah. Oleh sebap itu kepeduluan itu paling banyak datang dari Pemerintah pusat, seperti BNPB yang telah menyediakan bibit pohon yang untuk di lakukan penanaman di sekitar cagar alam Cycloop,” ucapnya.

Hengki mengajak bagai seluruh lapisan masyarakat maupun Pemerintah untuk bersama-sama menjaga lingkungan hutan sagu tetapi juga menciptakan lingkungan yang indah dan bersih sebelum menyambut PON XX 2020.(tinus/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s