Ondoafi Septinus : Jangan Karena Surat Keterangan Anak Asli Papua Gagal Jadi Polisi

Sentani (Sentani News)- Ondoafi Depapre, Septinus Jarisetouw sangat menyesalkan layanan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jayapura, yang hanya memberikan Surat Keterangan (Suket) kepada para calon siswa Bintara Polisi Noken Papua.

Surat dimaksud adalah Surat Keterangan kenal lahir dan Kartu Keluarga (KK) yang hanya berlaku selama enam bulan, sebagai pengganti dokumen kependudukan yang asli, dokumen asli untuk sementara tidak dapat diterbitkan karena ada sejumlah persoalan di tubuh Disdukcapil yang belum kelar.

“Khusus penerimaan pada Polres Jayapura
kami satu ondoafi di wilayah hukum adat tanah Tabi memberikan rekomendasi dan atau surat pernyataan bagi calon siswa sebagai salah satu syarat, yang kami pertanyakan bagaimana dengan persyaratan lain yang hanya dengan surat keterangan saja,” jelasnya, kepada awak media, di Hawai Sentani, Kamis (27/2/2020).

Apalagi katanya, pada pendaftaran Bintara Polisi Noken Papua syarat utama yang diminta harus dapat menunjukkan dokumen asli, kondisi ini akan sangat merugikan anak Papua. sebagai ondoafi dirinya berharap pemerintah kabupaten Jayapura segera menuntaskan persoalan ini sebelum terlambat.
Jangan karena status Kepala Disdukcapil Kabupaten Jayapura yang belum direstui Menteri Dalam Negeri terus dipertahankan, akhirnya masyarakat yang jadi korban.

“Jangan anak-anak kami yang mendaftar tidak Lolos dan gugur karena dokumen kependudukan yang diterima polda papua atau sampai di pusat dianggap tidak memenuhi syarat, hanya karena dokumen kendudukan asli tidak ada,”jelasnya

Ia menambahkan, kalau kemungkinan itu terjadi siapa yang harus bertanggung jawab sementara mereka anak asli Papua punya potensi untuk menjadi seorang Bintara Polisi.

“Ini karena ada keluhan dari banyak pendaftar ke saya, mereka bilang surat keterangan ini tidak kuat, jadi saya punya harapan kepada pemerintah daerah agar ikuti semua kebijakan Pemerintah Pusat agar tidak merugikan masyarakat banyak, ini merupakan kelalaian Pemerintah dengan kebijakannya yang merugikan masyarakat,”Pungkasnya.

Menanggapi keluhan Ondoafi Depapre Septinus Jarisetouw, ditemui terpisah Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si., menyampaikan, sejumlah persoalan yang terjadi di tubuh Disdukcapil hingga berdampak pada tidak dapat diterbitkannya dokumen kependudukan telah diselesaikan pihaknya.

“Saya pikir ini nanti kita akan cek karena kita sudah selesaikan masalah di Dukcapil jadi tidak boleh ada masalah lagi, jadi hal-hal begitu tidak boleh mengorbankan anak-anak muda,”cetusnya.

Dengan cara apapun, kata Mathius, Disdukcapil harus cepat melayani dengan cara apapun, karena penyelesaian persoalan telah dilakukan secara langsung oleh dirinya dari tahun lalu hingga harus berkali-kali datang ke pusat, dan telah dinyatakan selesai.

“Jadi tidak boleh Dukcapil diam, mereka harus komunikasi terus ke atas, tidak boleh berhenti disitu kalau ada masalah. Jadi soal penunjukan kepala dinas Dukcapil sudah selesai sudah tidak jadi masalah dan sudah selesai tinggal menunggu SKnya saja yang dikeluarkan Kemendagri,”terang, Mathius.(fuad/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s