Guru Diharapkan Bekerja Dengan Hati Bukan Karena Profesi

Sentani (Sentani News) – Proses pembelajaran ataupun kegiatan belajar-mengajar tidak bisa lepas dari keberadaan guru. Tanpa adanya guru pembelajaran akan sulit dilakukan, apalagi dalam rangka pelaksanaan pendidikan formal, guru menjadi pihak yang sangat vital, dan guru memiliki peran yang paling aktif dalam pelaksanaan pendidikan demi mencapai tujuan pendidikan yang hendak dicapai.

Untuk itu para guru diharapkan haruslah bekerja dengan sepenuh hati yang tulus, bukan bekerja karena profesi sebagai guru. Harapan itu datang dari Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negri 1 Sentani, Agnes A. Mambieuw, S.Pd kepada Sentani News saat ditemui di ruang kerjaya, Jum’at (28/2/2020) siang.

Kata Agnes, hal itu di ungkapkanya dikarenakan belakangan ini bayak sekali terjadi di dunia pendidikan, terkait guru yang bekerja hanya untuk menerimah gaji, yang mana pekerjaannya tidak dengan ketulusan dan penuh kasih terhadap anak didiknya.

“Saya berharap kepada setiap guru yang bertugas di Papua terlebih khusnya di Kabupaten Jayapur untuk harus betul-betul bekerja dengan hati. Karena guru yang bekerja dengan hati itu panggilan dan tentunya guru yang bekerja dengan hati itu, pasti dia menyiapkan segala macam sesuatu untuk menyiapkan proses pembelajarannya dengan tulus, iklas dan penuh kasih. Agar anak-anak yang dia didik itu bisa memahami baik tentang apa yang dimaksutkan dari pembelajaran tersebut ,” ucap Kepsek Agnes dengan penuh harap yang tinggi.

Menurut Agnes, guru yang bekerja dengan hati itu tidak pernah menuntut gaji atau upahnya, melainkan dia menyiapkan berbagai macam visi misi bagi anak didiknya dalam mewujutkan generasi yang unggul. Beda halnya dengan guru yang bekerja sebagai proves itu tentu dia bekerja untuk menerimah gaji. Sehinga dia datang hanya menajar saja kemudia langsung pulang, tanpa membangun komunikasi yang baik bagi anak didiknya.

“Guru yang benar-benar berkerja dengan hati itu dia bekerja dengan ketulusan dan penuh kasih, tanpa memikirkan upah. Karena mereka tahu bahwa gaji itu akan ia dapatkan. Beda halnya hakir-hakir ini saya lihat ada beberapa guru-guru yang datang hanya masuk kelas kemudian langsung pergi, yang mana intinya dia tahu bahwa materinya telah selesai. Tanpa dia harus membimbing dan melatih anak itu, dan dia pun tidak peduli apakah anak itu mau pintar atau tidak,” ujanya.

Lanjutnya, dampak dari guru yang bekerja sebagai provesi itu bisa terlihat pada saat penerimaan gaji, artinya jika ada guru yang sering ngomel dan jarang mengajar  dengan alasannya karena upahnya belum dibayar .

“Guru yang bekerja sebagia profesi itu bisa kita tahu pada penerimaan gaji, jadi kalau ada guru yang sering marah-marah karena gajinya terlambat dibayar atau belum dibayar. Selain itu ada juga guru-guru yang tidak mengajar dengan alasan gajinya belum dibayar. Hal-hal inilah yang menggambarkan seorang guru yang bekerja sebagai profesi. Untuk itu saya berharap guru-guru seperti itu tidak ada di bumi kehenambay Umbay khususnya di SMA Negri 1 sentani,” ungkapnya.

Dalam mengatasi persoalan tersebut maka, dirinya telah membuat peraturan bahwa setiap aktivitas guru di SMA N 1 Sentani harus dilaporkan kepadanya. Agar keberadaan guru yang aktif maupun yang tidak aktif bisa dapat terlihat atau ketahuan. “Jadi guru di SAM N 1  itu mengerjakan apa yang dia catat dan catat apa yang di kerjakan. Sehingga keberdaan guru itu bisa saya cek setiap hari dan setiap bukti-bukti yang mereka kerjakan itu saya minta dikumpulkan pada hakir bulan. Jadi setiap tugas dan tanggung jawab mereka itu harus di catat oleh mereka dan bukti fisik itu saya terima kemudia saya periksa. Jika di bukti catatan fisiknya melakukan aktivitas mengajar kemudia ketika saya cek pada jam tugasnya dia tidak ada, maka saya akan coret secara terang-terangan atau melaporkan ke Dinas pendidikan Provinsi Papua untuk di tindak lanjuti guru yang sering mangkir ini,” (tinus/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s