Pleno MRP dan MRPB Tetapkan 4 Keputusan dan 1 Rekomendasi

Sentani (Sentani News)- Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menggelar Rapat Pleno Luar Biasa secara bersama di Suni Garden Lake Hotel and Resort, Hawaii, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (28/2/2020) malam lalu.

Rapat pleno bersama yang merupakan rangkaian kegiatan Joint Session Meeting (JSM) itu menghasilkan 4 keputusan dan 1 rekomendasi yang salah satunya terkait dengan hak konstitusional Orang Asli Papua (OAP) dalam rekrutmen mengenai pencalonan Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota di Tanah Papua.

“Baru saja Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menetapkan 4 keputusan dan 1 rekomendasi. Yaitu, terkait dengan hak konstitusional Orang Asli Papua (OAP) yang sesuai dengan pasal 28 ayat (3) dan ayat (4) UU Nomor 21 tahun 2001 tentang Otsus, yang selama ini diperjuangkan oleh MRP dan MRPB,” kata Ketua MRP Timotius Murib usai rapat, Jumat (28/2/2020) malam lalu.

Kemudian untuk 1 rekomendasi, kata Timotius Murib, itu terkait dengan hak asasi manusia (HAM) orang asli Papua (OAP) diatas Tanah Papua.

“Jadi, 4 keputusan yang ditetapkan MRP dan MRPB dalam rapat pleno bersama itu diantaranya tentang pencalonan Bupati/Wakil Bupati Dan Walikota/Wakil Walikota adalah orang asli Papua, sebagaimana ketentuan didalam pasal 28 UU Otsus tersebut,” katanya.

Dua lembaga kultur OAP itu yakin pimpinan partai politik (Parpol) bisa bersinergi dan juga memahami kondisi serta situasi politik di Tanah Papua. Sebagai negarawan yang mempunyai komitmen untuk membangun seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetapi terlebih khusus di wilayah Papua sebagai daerah otonomi khusus. Maka pasti mereka bisa memahami kondisi yang diperjuangkan oleh lembaga kultur OAP sebagai hak konstitusional Orang Asli Papua (OAP).

“Oleh karena itu, kami MRP dan MRPB akan menyampaikan hasil keputusan ini dalam waktu dekat ke Jakarta dalam rangka pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 di 11 kabupaten di Provinsi Papua dan 9 kabupaten di Provinsi Papua Barat,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai hak politik bagi OAP tersebut, Timotius Murib mengakui sudah pernah diperjuangkan oleh MRP sebelumnya dengan cara menyurati KPU RI, kemudian dijawab langsung oleh KPU RI bahwa itu merupakan haknya partai politik dan hanya berlaku bagi Gubernur/Wakil Gubernur saja yang bisa dari OAP, sedangkan untuk Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota tidak diterima oleh parpol serta dijawab oleh DPR RI. Karena hal ini tidak pernah direalisasikan, maka dua lembaga kultur OAP ini kembali mendorong agar perintah UU Otsus ini segera diimplementasikan.

“Ya, sesungguhnya didalam pasal 28 itu adalah include untuk calon Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota. Itu semuanya sudah diatur serentak bersama-sama di pasal 28 UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus. Nah, kalau kita lihat semangatnya itu untuk Gubernur, para Bupati atau Walikota,” akunya.

“Biarlah publik yang membaca itu, sekarang ini kita dari lembaga kultur OAP ini ingin melaksanakan secara konsisten UU 21 tahun 2001, maka MRP dan MRPB bersatu untuk memutuskan hak konstitusional OAP yang telah diputuskan oleh dua lembaga kultur rakyat Papua tersebut,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua MRPB, Maxsi Nelson Ahoren mengatakan, deklarasi yang dilakukan MRP dan MRPB ini bertujuan untuk mengamankan kepentingan UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus.

“Jadi itu merupakan hak khusus kami orang asli Papua, memang ada yang sampaikan kalau hal itu sudah terlambat. Tapi bagi kami tidak ada kata terlambat, karena ini menyangkut dengan kepentingan orang asli Papua untuk menjadi tuan di negerinya sendiri,” ucapnya.

Menurut Maxsi, rapat pleno bersama yang menghasilkan 4 keputusan dan 1 rekomendasi dalam deklarasi yang dilaksanakan bersama-sama itu bagian dari menjawab kepentingan hak politik orang asli Papua yang selama ini diabaikan.

“Semua hak kami telah diambil, maka kami dengan tegas sampaikan untuk hak politik kami ini tidak boleh lagi diambil,” tuturnya dengan nada tegas.(fuad/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s