BPS : Sebagian Besar Warga Sentani Belum Lakukan Sensus Online

Sentani (Sentani News)- Sensus Penduduk Online Tahun 2020 telah dibuka sejak 15 Februari lalu, namun warga Sentani yang baru tercatat datanya hanya berkisar 1000 lebih dari target 5000 jiwa, jumlah tersebut masih tergolong kecil mengingat Kota Sentani penduduk terpadat di Kabupaten Jayapura.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayapura, Jeffrey De Fretes, S.Kom, M.M, mengakui, jumlah tersebut baru seperlima dari target BPS untuk minggu kedua ini. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan bimbingan dan juga pengawalan kepada masyarakat hingga ke tingkat distrik dan kampung.

“Target kami untuk sensus online ini tidak banyak memang, ada sekitar 5.000 orang lebih untuk Kabupaten Jayapura. Tapi, untuk sampai di hari ini (kemarin) baru 1.000 orang lebih yang akses. Jadi sudah seperlima dari target kita di Kabupaten Jayapura,” kata Jeffrey De Fretes, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (3/3/2020) kemarin siang.

Ia menegaskan, bahwa sensus penduduk dilakukan secara online. Ini merupakan momen bersejarah. Pasalnya, hal tersebut baru pertama kalinya dilakukan oleh Indonesia.

Untuk itu, Jeffrey berharap, bersamaan dengan digelarnya Rapat Koordinasi Distrik (Rakordis) dalam rangka Sensus Penduduk (SP) tahun 2020 secara online untuk 4 Distrik, baik itu Distrik Sentani, Distrik Sentani Timur, Distrik Waibhu dan Distrik Sentani Barat tersebut, jumlah masyarakat yang mendaftar di situs BPS akan terus naik atau bisa melebihi target yang telah ditetapkan oleh BPS Kabupaten Jayapura. Pasalnya, BPS telah mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah distrik dan pemerintah kampung/kelurahan.

“Kami harap bukan 5.000, ya sebagian besar masyarakat terlibat dalam sensus penduduk online ini. Karena semakin banyak masyarakat yang terlibat semakin mudah kami dari BPS Kabupaten Jayapura, guna mengetahui warga yang sudah mengisi data di situs daring (online) BPS. Jadi dia tidak perlu kita kunjungi lagi,” paparnya.

Ia mengakui, bahwa tidak terdapat tantangan yang muncul bersamaan dengan inovasi tersebut. Ia menyebutkan, untuk sampai saat ini tidak terdapat kendala maupun tantangan.

“Sementara tidak ada, Puji Tuhan kita punya jaringan internet di Kabupaten Jayapura ini termasuk yang paling stabil, jadi tidak ada masalah yang kita hadapi,” bebernya.

Hanya saja, Jeffrey meminta kepada seluruh masyarakat yang tidak gagap teknologi (Gaptek) untuk segera terlibat dalam sensus penduduk secara online ini, dan juga bisa mendaftarkan para keluarga yang bersangkutan.

“Masyarakat yang sudah melek IT atau yang sekarang ini dibilang generasi millenial, ya kalau bisa terlibat dalam sensus penduduk online ini. Supaya kalau mereka sudah terlibat, berarti data-data mereka sudah terupdate atau di perbaharui di data kependudukan kedepannya,” pinta Jeffrey.

Ia menegaskan kepada masyarakat untuk tidak khawatir atas data yang diberikan dalam sensus penduduk online. Jeffrey menyebut pihaknya bakal menjamin seluruh data masyarakat yang diterima oleh pihaknya akan digunakan sesuai aturan yang berlaku.

“Saya yakinkan bahwa yang kami publikasi itu data agregat. Karena kami di BPS tidak boleh mengeluarkan data individu. Seluruh data individu dijamin kerahasiaannya oleh Undang-Undang, dan kalau kami BPS melanggar, bisa di pidana,” jelasnya.

Ia berharap, angka capaian akan terus meningkat hingga puncak penutupan sensus penduduk pada 30 Maret 2020 nanti. Jeffrey mengatakan, apabila sensus penduduk secara online ini dijalankan dengan baik, maka akan sangat menguntungkan negara ke depan dari sisi keuangan.

Untuk diketahui, Sensus Penduduk Online yang diselenggarakan BPS Kabupaten Jayapura sejak 15 Februari dan akan berakhir hingga 31 Maret 2020.

Jeffrey menyampaikan, terdapat 9 langkah yang dapat masyarakat lakukan untuk mendaftar Sensus Penduduk tahun 2020 secara online.

“Target 5.000 itu kita optimis bisa capai dan bahkan kita optimis juga bisa melebihi target itu . Dengan cara, sosialisasi di tingkat Distrik maupun di tingkat Kelurahan/Kampung,” tegasnya.

“Jadi ada 9 langkah untuk sensus penduduk online ini, pertama warga masuk atau berkunjung ke laman sensus.bps.go.id, setelah itu langsung pilih bahasa kemudian masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK), isikan kode yang tampak di bawah nomor KK, lalu klik ‘Cek Keberadaan’, terus buatlah sandi anda sendiri dan pilih pertanyaan keamanan, lalu klik untuk buat password guna pengamanan data yang sudah anda catatkan pada Sensus Penduduk Online dan masukkan kata sandi yang dibuat lalu klik masuk,”pungkasnya.(fuad/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s