Masyarakt Diminta Jangan Ganggu Proses Belajar Mengajar Di Sekolah

Sentani (Sentani News)- Ketua PGRI Kabupaten Jayapura, Jimmy Fitowin meminta kepada masyarakat bahwa jangan sekalipun mengganggu suasana proses belajar mengajar yang berlangsung disetiap sekolah dengan berbagai macam tidakan memperkeruh suasana.

Demikian hal itu di ungkapkannya, terkait kasus pemalangan sekolah yang sering terjadi di beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Jayapura, yang mana pemalangan tersebut sangat menghambat proses belajar mengajar. Untuk itu dirinya berharap suasana sekolah itu harus steril dan tidak boleh ada gangguan apapun di sekolah.

“Iya, sebenarnya kasus pemalangan sekolah yang sering terjadi ini memang sangatlah fatal. Karena kalau memang mau minta uang tanah berarti harus temui langsung ke pihak bersangakutan dalam hal ini pihak Pemerintah, kenapa harus palang sekolah kan hal ini sangat menghambat proses belajar mengajar, dan tentunya secara tidak langsung masa depan anak-anak kita yang sekolah di sekolah tersebut masa depannya bisa hancur karena terlalu banyak diliburkan karena persoalan ini. Oleh sebap itu saya minta jangan lagi mengganggu suasana proses belajar mengara denga cara memalang sekola,” ucap Ketua PGRI Kabupaten Jayapura, Jimmy Fitowin kepada Sentani News, Selasa (3/3/2020) siang.

Jimmy meminta kepada masyarakat yang memiliki tanah lokasi sekolah untuk jangan lakukan pemalangan lagi. karena dampaknya sangatlah buruk bagi para generasi emas ini. Untuk itu dirinya berharap persoalan tersebut bisa langsung ke pihak Pemerintah.

“Anak-anak kita yang lagi sekolah ini kan generasi emas tanah Papua terlebih khusus Kabupaten Jayapura. Oleh sebapa itu saya harap bagai para pemilik tanah bisa berkordinasi langsung ke pihak Pemerintah terkait persoalan tersebut tanpa harus buat hal yang dampaknya akan snagat merungikan masa depan generasi emas ini,” pungkasnya.

Dirinya meminta kepada pihak Pemerintah dan Kepolisian untuk bisa membuka mata melihat persoalan tersebut. Karena kalau ditinggalkan begitu saja terkesan ada pembiaran bagi para pemilik tanah ini.

” Saya minta kepada pihak Pemerintah untuk harus melihat hal ini dengan baik, dalam arti bisa secepatnya membicarakan persoalan tanah tersebut untuk bisa dilunaskan dengan cepat, dan juga bagi aparat Kepolisian bisa menanggapi baik hal ini. Jika ada pemalangan maka pihak Kepolisian bisa memberi sedikit penegasan agar kasus pemalangan ini tidak bisa semudahnya mereka melakukan pemalangan sekolah. Saya minta hal ini perlu di tanggapi karena dalam hal apapun pendidikan tidak boleh di ganggu. Karena pendidikan sangatlah penting sekali, ” ujarnya.

Dirinya berharap, pihak Pemerintah maupun pemilik tanah ini bisa saling berkordinasi dengan baik. Agar bisa saling mengerti untuk mencari solusi terbaik. Karena dengan begitu tentunya proses belajar mengajar bisa dapat berlangsung dengan baik, tanpa ada gangguan.(tinus/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s