Resmikan Sanggar Batik, Bupati Mathius Banyak Berpesan

Sentani (Sentani News)- Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, meresmikan Sanggar Batik Asei Telaga Ria, sekaligus menyerahkan 11 unit kios souvenir, 4 unit kios kuliner dan rumah produksi herbal Asema Group kepada kelompok usaha yang ada di Kabupaten Jayapura.

Bupati Jayapura berharap dengan langkah ini, harus bisa menjadi momentum untuk kebangkitan UKM dan bisa membuat potensi Batik Papua asal Kabupaten Jayapura meningkat serta semakin dikenal. Pengrajin juga bisa terus berinovasi dalam hasil karyanya.

“Apalagi dengan adanya sanggar batik ini tentu bisa terus berinovasi. Ciptakan karya baru dari kearifan lokal yang ada. Saya berharap langkah ini benar-benar menjadi momentum untuk kebangkitan bagi masyarakat kita yang punya usaha-usaha kecil menengah ini bisa diangkat,” katanya.

Menurut Mathius, bahwa dengan berdirnya Sanggar Batik Asei Telaga Ria ini menjadi poin tambahan untuk kemajuan para pengrajin Batik di Kabupaten Jayapura. Sehingga langkah ini bisa menjadi momentum untuk memulainya pergerakan tersebut.

“Jadi yang kita kumpul hari ini (kemarin), untuk mencanangkan produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat kita yang selama ini sering kita munculkan di pameran-pameran itu harus mulai terlihat mulai sekarang. Jangan muncul saat ada pameran saja, terus hilang lagi. Tapi mulai sekarang, kita yang ada kumpul disini dan harus betul-betul terlihat,” kata Mathius Awoitauw, dalam sambutannya pada peresmian Sanggar Batik Asei Telaga Ria, Jalan Raya Waena-Sentani, Telaga Ria, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Rabu (4/3/2020) kemarin siang.

Mathius menuturkan, bahwa lapak-lapak jualan hasil karya kerajinan tangan yang dibuat nantinya itu harus terbuat dari bahan lokal.

“Mungkin dia punya tempat itu bisa spontanitas saja dari masyarakat, tidak harus menunggu bantuan seperti ini. Jadi kita bisa buat dengan bahan-bahan lokal seperti dari daun sagu, tapi penataannya harus lebih bagus lagi. Supaya dia kelihatan ada nilai seni yang ditampilkan, karena kita bicara mengenai kebangkitan adat, maka harus kelihatan corak seni lokalnya,” tutur Mathius.

Mathius menambahkan, untuk wujudkan gaung PON XX lebih terlihat ke permukaan dan lebih semarak, harus tersedia tempat souvenir atau kerajinan tangan. Ia menceritakan bahwa gaung PON XX belum nampak menurut sejumlah pimpinan DPR RI belum lama ini datang berkunjung ke Papua untuk memastikan kesiapan tuan rumah PON XX tahun 2020.

“Waktu ada kunjungan beberapa pimpinan MPR-DPR RI, karena ada dua pimpinan DPR RI juga yang kenal baik dengan saya, mereka bisik saya seperti begini ‘Ini gaungnya (PON) tidak kelihatan, harus gaung PON kelihatan. Maka harus ada tempat-tempat yang menandakan kerajinan tangan. Dua pimpinan itu sempat bilang kalau perlu kasih tahu apa yang harus kami dukung. Tapi, harus kelihatan gaung PON XX dan bilang ke saya kalau hal ini harus dimantapkan,” cerita Mathius.

“Jadi harapan saya kedepan, batik motif Papua asal Kabupaten Jayapura ini bisa terkenal dan lebih dikenal lagi. Untuk gaung PON XX juga diharapkan bisa lebih kelihatan lagi, sehingga setiap orang yang datang berkunjung saat iven PON berlangsung punya kenangan sendiri dan juga bisa mengangkat perekonomian masyarakat setempat,” tukasnya. (fuad/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s