Skenario Berjalan Lancar, Penyelamatan Presiden Sukses

Sentani (Sentani News)- Presiden RI beserta Ibu saat hendak menghadiri pembukaan pelaksanaan iven Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 di Papua, mendapat sambutan buruk oleh sekelompok massa yang mengarah pada tindakan kriminal.

Melihat adanya potensi ancaman dari ratusan massa terhadap keselamatan Presiden, dengan sigap tim Paskhas TNI AU melaksanakan infiltrasi udara di Bandara Sentani dengan melaksanakan raffeling dan melakukan upaya pengamanan dan penyelamatan Presiden RI beserta Ibu Negara.

Namun di depan area VIP room tim penyelamat mendapatkan hadangan dari ratusan massa yang ada, namun kondisi tersebut bisa dikendalikan berkat bantuan tim sniper, selanjutnya tim segera melarikan Presiden beserta Ibu ke pesawat Twain Otter untuk dievakuasi melalui jalan udara ke daerah aman.

Beruntung situasi tersebut hanya sekenario dan simulasi kegiatan latihan Kesiapsiagaan Operasional Kodam XVII/Cenderawasih dalam rangka Pengamanan VVIP Koopsau III Tahun Anggaran 2020 yang dilaksanakan prajurit Lanud Silas Papare dan prajurit Korpaskhasau, belum lama ini.

Latihan digelar selama dua hari tanggal 4 s/d 5 Maret 2020 dan bertujuan untuk memberikan gambaran tentang prosedur, tindakan serta mekanisme pengamanan VVIP/VIP apabila dihadapkan dengan situasi kontijensi atau darurat.

Latihan yang melibatkan pesawat jenis Twain Otter milik PT Semuwa Aviasi Mandiri Cabang Sentani ini, bertujuan untuk melihat dan melatih kemampuan dan kesiapsiagaan yang dimiliki pasukan pengamanan beserta unsur-unsur terkait lainnya dalam mengamankan pejabat negara seperti tamu/pejabat VVIP maupun VIP serta penanganannya apabila terjadi kontijensi.

Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Silas Papare, Marsma TNI Ir. Tri Bowo Budi Santoso, M.M, M.Tr(Han), mengatakan sebagai tuan rumah pelaksanaan PON Latihan ini sangat penting dan menjadi suatu kehormatan latihan bisa terlaksana dengan baik, mengingat Kabupaten Jayapura adalah tuan rumah PON XX.

“Baik itu, pembukaan dan juga penutupan iven olahraga terakbar di Indonesia yang akan dihadiri langsung oleh Presiden maupun para tamu/pejabat lainnya,”

Katanya, melalui latihan ini diharapkan dapat memberikan gambaran kesiapsiagaan personel Lanud Silas Papare dan satuan samping lainnya dalam menangani dan mengantisipasi segala bentuk kontijensi dan kedaruratan yang dapat membahayakan keselamatan VVIP/VIP.

“Jadi kemarin itu LKO (Latihan Kesiapsiagaan Operasional) dari jajaran TNI, khususnya Koodiklat TNI,” kata Danlanud Tri Bowo ketika dikonfirmasi wartawan terkait pelaksanaan LKO Pengamanan VVIP/VIP Koopsau TA 2020, di Cafe EfKa, Hawaii, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (7/3/2020) siang kemarin.

”Mereka membuat latihan kesiapan operasi atau LKO, salah satunya memanfaatkan atau memberdayakan unsur-unsur TNI khususnya yang ada di Wilayah Jayapura. Baik itu, dari Kodam, Angkatan Laut (AL) maupun dari Lanud Silas Papare,” sambungnya.

Dalam latihan itu, Danlanud Tri Bowo menyampaikan, “Kita meminjam pesawat jenis Twin Otter (milik) dari PT SAM Air Cabang Sentani. Ini menunjukkan kedekatan kita serta komitmen mereka bisa membantu segala kegiatan TNI. Dan, Alhamdulillah latihan itu bisa berjalan lancar,” bebernya.

Dalam latihan ini juga didemokan bagaimana prajurit Lanud Silas Papare mengatasi dan menghalau massa pendemo yang anarkis, selain itu latihan ini juga memperlihatkan kesigapan tim medis lakukan penanganan medis juga evakuasi medis udara terhadap korban dari pasukan kawan yang terluka, akibat bentrokan dengan kelompok orang tidak dikenal.

“Skenario dalam latihan itu menyangkut kehadiran VVIP/VIP, apabila terjadi gangguan-gangguan maka kita di kalangan TNI bagaimana menghandle gangguan tersebut. Supaya semua prajurit itu tahu siapa dia dan akan berbuat apa pada saat kejadian itu terjadi. Gangguan itu, yang mengganggu tentang VVIP/VIP, seperti ada masyarakat yang tiba-tiba lakukan demo, terus mengancam Presiden, Wakil Presiden atau tamu-tamu maupun pejabat lain,” jelasnya.

”Misalnya kasus kejadian penusukan pak Wiranto beberapa waktu lalu di Banten, kita tidak boleh menyederhanakan masalah. Harus kita latih, siapa yang mendekat para VVIP/VIP, kita juga kan gak tahu hubungan siapa dengan siapa atau dengan pejabat. Jangan-jangan menurut kita baik, tapi menurut orang tertentu tidak baik karena ada punya dendam lama yang masih tersimpan. Sehingga hal itu berpotensi mengancam keselamatan para tamu VVIP/VIP,” tukasnya.(fuad/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s