Bupati Jayapura Pesan Program Kerja Pemantik Harus Mengacu RPJMD

Sentani (Sentani News)- Membahas Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) serta program kerja Pace Mace Admin TIK (Pemantik) Tingkat Kabupaten Jayapura, Senin (9/3/2020) pagi menggelar Rapat Kerja I di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Raker membahas AD-ART serta program kerja Pemantik tingkat Kabupaten Jayapura kedepannya itu dibuka langsung oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, turut didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura Gustaf Griapon, ST.

Mathius Awoitauw yang membuka Raker I Pemantik mengawali sambutannya mengatakan, dalam melaksanakan program kerjanya kedepan harus mengacu kepada program RPJMD Bupati dan Wakil Bupati Jayapura. Terlebih lagi terkait dengan program pemerintah daerah yang menjadikan Distrik sebagai pusat pelayanan publik, pusat data informasi dan pusat pelatihan.

“Karena ini sudah ada Perdanya mengenai RPJMD, pemerintah daerah sudah menetapkan dan mengeluarkan anggaran daerah itu berdasarkan RPJMD. Saya berharap logika ini bisa kita paham, bahwa dana yang kita gunakan itu dasarnya RPJMD,” kata Mathius dalam sambutannya.

Untuk itu, dirinya berharap keberadaan para Pemantik ini juga bisa mendukung program Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura terkait dengan penertiban mengenai data yang ada di Kabupaten Jayapura.

“Ya selama ini, kita jalan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) atau dinas itu masing-masing punya data. Bappeda punya data sendiri, BPS punya data sendiri, Dinas Dukcapil juga punya data sendiri dan dinas-dinas yang lain juga begitu,” paparnya.

Untuk itu, dirinya sangat menginginkan agar data-data yang ada di tingkat kabupaten Jayapura itu harus disinkronkan mulai dari tingkat yang paling bawah, yaitu di kampung.

“Kita coba sinkronkan itu semua, jadi distrik menjadi pusat data. Di Distrik hanya ada satu data, data itu dari mana, itu berasal dari kampung-kampung yang ada di masing-masing distrik itu. Distrik itu tidak punya tempat, tempatnya itu ada di kampung-kampung. Jadi data distrik itu data kampung dan dia hanya boleh satu data tidak boleh ada data lain,” imbuhnya.

Melalui sejumlah data setiap Distrik harus mendaftar semua hal yang berkaitan dengan keberadaan sebuah Kampung, baik itu pendidikan kesehatan dan keadaan jumlah penduduk di masing-masing kampung.

“Oleh karena itu, kita fokus agar distrik menjadi pusat data dan informasi. Berapa jumlah penduduk mulai dari anak-anak hingga tingkat dewasa. Kemudian berkaitan dengan kondisi kesehatan, kondisi gizinya seperti apa, bagaimana pelayanan kesehatan di setiap kampung. Data-data itu harus ada di setiap Kampung dan Distrik,” ungkapnya.

Sehingga, dari situ semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Kabupaten Jayapura bisa menggunakan data-data yang ada di distrik yang tentunya mulai dari setiap kampung itu untuk melaksanakan program-program kepada masyarakat.

“Oleh karena itu, hal ini menjadi pekerjaan kita dan itu harus diselesaikan. Bahwa hanya ada satu data, supaya yang ada di Gunung Merah (Kantor Bupati) hanya bisa ambil data di distrik tidak boleh ambil dari data lain. Apakah itu Bappeda, BPS, Dinas Dukcapil atau kantor dinas/badan apa saja,” tukasnya.(fuad/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s