Oknum Guru Santo Antonius Padua Dinonaktifkan oleh yayasan

Sentani (Sentani News) – Menyikapi serius terkait kasus penghinaan yang diduga dilakukan oknum guru berinisial MU (32) itu. Pihak yayasan akhirnya mengambil keputusan dan tindakan tegas untuk menonaktifkan oknum guru tersebut dari kegaiatan mengajar di SMP/SMA Santo Antonius Padua Sentani.

Keputusan yang diambil pihak yayasan itu di saksikan langsung oleh, kepala dinas pendidikan kabupaten Jayapura Ted Mokay, Ketua Yayasan Santo Antonius Padua Sentani Carlos Matuan, Kapolres Jayapura AKBP Dr. Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si dan Danramil Sentani Mayor Inf. Jhon F. Dahar, yang berlangsung saat press conference yang berlangsung di ruang kerjanya, Selasa (10/3/2020) siang

“Hal ini lumrah terjadi contohnya antara orang tua dan anak – anak begitu juga guru dan siswanya, bisa saja karena kecapean oknum guru tersebut mengatakan hal seperti itu, tapi perlu digaris bawahi, saya yakin bahwa antara mulut dan hati tidak seperti itu, permohonan maaf juga telah diucapkan berkali – kali dari hari Sabtu hingga Senin dengan mendatangi dan menyampaikan langsung ke para siswa,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Ted Mokay .

Ditempat yang sama Ketua Yayasan Santo Antonius Padua Sentani Carlos Matuan menyampaikan ucapan tersebut tidak sengaja di ucapkan, bahwa ucapan tersebut bukan tindakan rasis.

“Kami juga sudah putuskan dirapat yang telah kami gelar sebelumnya, bahwa oknum guru tersebut resmi kita nonaktifkan sesuai dengan tuntutan para siswa,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Jayapura AKBP Dr. Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si saat kesempatan berbicara mengatakan pihaknya telah memeriksa oknum guru tersebut berikut sejumlah saksi, memang ada isu terkait rasis yang digoreng oleh kelompok – kelompok tertentu di media sosial, agar hal ini dibuat seolah – olah kejadian rasis.

“Jadi perlu saya sampaikan bahwa ini kasus penghinaan, kami akan menindak tegas kelompok ataupun oknum – oknum yang dengan sengaja menyebarluaskan hal ini melalui media sosial, kita juga intensif melaksanakan patroli di media sosial, ini kasus penghinaan yang tercantum pada pasal 315 KUHP tentang penghinaan terhadap seseorang ataupun kelompok tertentu,” pungakasnya.

Katanya, percayakan kepada kami untuk menyelesaikan kasus ini, bahwa proses hukum tetap akan berjalan sebagaimana mestinya.(tinus/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s