Siapkan Siswa Hadapi UNBK, SMA N 1 Sentani Manfaatkan Aplikasi Ruang Guru

Sentani (Sentani News)- SMA Negeri 1 Sentani dalam mempersiapkan siswanya mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada bulan Maret mendatang, telah melaksanakan simulasi ujian selama dan melakukan bimbingan dalam bentuk try out berbasis online memanfaatkan aplikasi ruang guru yang telah diakui secara Nasional.

Persiapan sudah rampung 100 persen dan sebelum UN, siswa sudah melakukan simulasi ujian nasional selama dua hari mulai tanggal 24 sampai 25 Februari 2020.

Hal itu pun diungkap oleh Kepala SMAN 1 Sentani, Agnes A. Mambieuw, S.Pd, saat ditemui Sentani News , Senin (9/3/2020) kemarin siang.

Kata Agnes, pihaknya sudah mempersiapkannya dengan matang.
“Persiapan itu pun sudah 100 persen atau rampung untuk pelaksanaan UNBK yang dilaksanakan tinggal menghitung kami sudah mempersiapkan berbagai kebutuhan. Intinya, kami sudah siap untuk mengikuti ujian nasional,” ungkapnya.

Agnes mengatakan, sebelumnya pihaknya telah melaksanakan simulasi ujian selama dua hari dan melakukan bimbingan-bimbingan dalam bentuk try out secara online dengan memanfaatkan aplikasi ruang guru, juga mengadakan les-les tambahan.

“Jadi tidak ada masalah, semua peserta semuanya sudah siap dan mengoperasikan komputer, sebelumnya kami telah lakukan simulasi selama dua hari kemudian dilanjutkan dengan melakukan try out online secara nasional yang dibantu dari tim aplikasi ruang guru,” katanya.

Untuk itu, dirinya berharap dengan adanya pemantapan tersebut para siswa dapat sungguh-sungguh mengikutinya sehingga hasil yang dicapai nantinya memuaskan para siswa maupun pihak satuan pendidikan.

“Harapan kami, semua siswa harus ikut mulai dari Ujian Sekolah (US) hingga pelaksanaan UNBK. Yang mana, waktunya tidak lama lagi dan tinggal menghitung hari saja pelaksanaannya. Kita harap tidak ada siswa yang sakit atau kenapa-kenapa hingga akhirnya tidak bisa mengikuti ujian,” paparnya.

Ia juga telah memberikan imbauan kepada seluruh orang tua murid siswa kelas XII untuk ikut membantu para guru mengawasi anaknya dirumah saat pelaksanaan ujian berlangsung, untuk membatasi penggunaan Handphone bila dianggap tidak bermanfaat.

“Sebab kelulusan anak itu yang menentukan anak itu sendiri bukan guru, orang tua harus batasi anak main Handphone kalau digunakan pakai belajar tidak apa-apa termasuk awasi anak dalam bergaul diluar rumah,”imbuhnya.

Sebab kata Agnes, jangan sampai anak tidak bisa ikut ujian karena harus berurusan dengan pihak berwajib karena telah melakukan tindakan melawan hukum yang terpaksa harus mendekam di penjara seperti yang pernah terjadi di waktu-waktu lalu,”Mau ujian pengalaman tahun lalu ada satu siswa di tahan pihak Polres Jayapura, mabuk buat keributan di luar akhirnya di tangkap polisi, tapi beruntung anak bisa ikut ujian setelah kita berkoordinasi dengan pihak polisi meski harus dikawal,”pungkasnya.(fuad/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s