Lindungi Korban KDRT, Polres Jayapura Bentuk Tim Apuse Pelita

Sentani (Sentani News) – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah tindakan yang dilakukan di dalam rumah tangga baik oleh suami, istri, maupun anak yang berdampak buruk terhadap keutuhan fisik dan juga secara tidak langsung keharmonisan dalam hubungan berkeluarga berjalan tak semestinya.

Persoalan inilah yang belakangan ini sering terjadi di Papua khususnya di Kabupaten Jayapura. Hal tersebut mendapat tanggapan serius dari Satuan Kepolisian Resor Jayapura, ambil langkah untuk membentuk tim Apuse Pelita, yang terdiri dari 19 orang anggota Polisi Polres Jayapura.

Ketua tim Apuse Pelita, Andhika Temanta Purba mengatakan, hadirnya Apuse Pelita ini bertujuan untuk melindungi perempuan dan anak yang merupakan korban daripada KDRT.

“Jadi program perlindungan korban KDRT ini suda berlangsung lama, hanya saja tahun ini kami baru mulai lebih serius lagi menangani kasus ini yang belakangan ini sering terjadi. Oleh sebap itu kami beri nama program ini Apuse Pelita, yang mana tujuannya hanya untuk memberikan perlindungan bagi korban KDRT,” ucap Andhika yang juga menjabat sebagai Kasatlantas Polres Jayapura kepada awak media di Sentani, Rabu (11/3/2020) siang.

Katanya, berdasarkan kasus KDRT yang suda ditangini pihaknya itu hampir sebagian besar korban KDRT tersebut takut pulang ke rumahnya lagi, karena suasananya belum cukup membaik. Sehingga berdasarkan hal itu program Apuse Pelita hadir untuk memberikan perhatian serius dalam memberikan kenyamanan yang baik yaitu, menyediakan tempat khusus bagi korban KDRT dalam rangka memberikan ketenangan bagi korban.

“Kehadiran program Apuse Pelita ini memberikan kenyamanan yang begitu serius, yang mana dalam program ini telah menyediakan tempat khusus bagi para korban untuk tinggal beberapa waktu kedepan, selama permasalahan yang dihadapi korban itu sudah membaik barulah korban bisa dipulangkan kembali kerumahnya,” pungkasnya.

Andhika menambahkan, selama korban berada di tempat yang sudah disiapkan pihaknya itu, pelakunya akan diberikan pencerahan secara rutin. Sehingga dia bisa sadar bahwa apa yang dilakukannya itu tidak benar dan juga disamping itu dia juga akan tahu bahwa sanksi apa yang akan dia dapatkan ketika melakukan kekerasan lagi.

“Jadi selama korban kita masukan ke tempat penampungan yang kita sediakan, pelakunya akan kami berikan nasehat atau pencerahan kepadanya terkait perbuatannya dan sanksi apa yang akan kita berikan kepadanya ketika mengulangi perbuatanya,” ungkapnya.

Dirinya mengaku, saat ini pihaknya menampung korban di salah satu Panti asuhan yang ada di Kota Sentani dengan fasilitas seadanya.

“Kita tempati di Panti Asuhan supaya korban ini bisa berbaur dengan suasana yang ada di sana, misalnya ibu bisa terlibat untuk masak dan perhatikan anak, dan kemudian anak pun tidak rasa kesunyian ketika berada di Panti Asuhan. Karena di sana ada banyak anak-anak kecil, dan untuk fasilitasnya tempat tidurnya kami pastikan aman karena semua lengkap dari kasur, bantal, lemari, kamar mandi dan lainya sebagainya,” pintanya.

Kata Andhika, saat ini pihaknya masih sedang melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah dalam hal ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Jayapura, untuk membahas lebih jauh lagi tentang apa-apa saja yang akan lakukan kedepanya terkait perlindungan terhadap korban KDRT.(tinus/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s