Cegah Corona Mewabah, Pemkab Jayapura Putuskan Semua Sekolah Libur

Sentani (Sentani News)- Antisipasi penularan dan penyebaran wabah coronavirus (COVID-19) di wilayah Kabupaten Jayapura, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura memutuskan untuk menghentikan sementara proses belajar mengajar (PBM) di semua sekolah selama 14 hari kedepan. Keputusan tersebut berlaku mulai hari rabu (18/3/2020).

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, saat memberikan keterangan pers, di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Langkah ini ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura, karena menganggap di dua distrik itu tingkat kesibukan dan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi. Sehingga di khawatirkan justru akan mengganggu proses belajar mengajar (PBM) ke depan.

“Dinas Pendidikan akan membuat keputusan dan itu akan masuk dalam tim gugus tugas yang telah kita bentuk tadi, jadi kita melihat kondisi setempat, aktivitas yang tinggi dan pertemuan-pertemuan, mobilisasi tinggi mungkin itu yang perlu dibatasi,” kata Mathius Awoitauw dalam keterangan persnya tekait Siaga Virus Corona di Kabupaten Jayapura, Selasa (17/3/2020) siang.

Jumpa pers tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Jayapura Klemens Hamo, Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH, S.IK, MH, M.Si, GM PT. Angkasa Pura I Antonius Widyo Praptono, Kadinkes Kabupaten Jayapura dr. Khairul Lie, perwakilan KKP Jayapura, perwakilan Lanud Silas Papare, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan juga organisasi Paguyuban.

Mathius juga menegaskan, sehubungan dengan nonaktifnya PBM di semua sekolah, dirinya meminta kepada pihak guru agar tetap menjadwalkan layanan PBM secara online. Kemudian orang tua juga harus mengawasi kegiatan anak selama dirumah.

“Kami juga sudah diskusi panjang lebar, kalau ini tinggal di rumah, siswa-siswi di beberapa sekolah tertentu ini harus jelas pengawasannya, harus jelas tugasnya dari guru-guru. Jadi proses belajar mengajar bisa berjalan dengan online, tetapi ini harus disiapkan semua. Jadi bukan istilah libur, libur ini konotasinya dia mau kemana-mana. Tetapi, ini adalah tindakan khusus, semacam karantina misalnya,” jelas Mathius Awoitauw dengan nada tegas.

Selain itu, dirinya menambahkan, status khusus ini berlaku di semua wilayah, ini juga sudah sesuai instruksi atau arahan dari Presiden.

“Daerah silahkan ambil langkah-langkah, tapi itu harus dibicarakan secara matang, bersama dengan semua stakeholder yang ada di daerah masing-masing,” ungkapnya

Menurut Mathius, yang paling penting adalah arah kebijakan yang diambil daerah tidak boleh menimbulkan masalah baru, tidak boleh merugikan masyarakat setempat. Untuk itu, semua pihak harus terlibat.

“PHRI atau restoran dan hotel juga harus mengambil langkah-langkah konkrit disitu. Misalnya orang datang makan, terus keluar masuk di hotel itu, apa yang dilakukan. Supaya steril disitu, jadi semua pihak kita kerahkan,” ujarnya.

Sehubungan dengan itu, semua komponen masyarakat harus ambil bagian dan ikut bertanggung jawab, untuk mensosialisasikan masalah ini. Kendati begitu, dirinya berharap kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura agar tidak panik. (fuad/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s