Setahun Mengenang Banjir Bandang Sentani

Sentani (Sentani News)- Peringati satu Tahun Peristiwa Banjir Bandang yang melanda Kabupaten Jayapura pada tanggal 16 Maret 2019 lalu, Pemerintah Kabupaten Jayapura keluarkan imbauan kepada masyarakatnya diantaranya masyarakat diminta gunakan pita hitam pada lengan baju dari pukul 06.00 – 18.00 WIT.

Selain imbauan soal kenakan pita hitam pada lengan, tepat pukul 21.00 WIT malam masyarakat diminta bunyikan Sirene /Klakson kendaraan dan menyalakan lampu emergency pada kendaraan yang sedang
berjalan, membunyikan lonceng gereja dan sirene pada tempat-tempat ibadah, dan melakukan tabur bunga di sungai yang dekat dengan kediaman masing-masing.

Imbauan dimaksud agar masyarakat sentani dan sekitarnya dapat kembali mengenang peristiwa banjir bandang yang telah menelan korban jiwa, harta benda dan menghilangkan tempat tinggal warga masyarakat.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw,SE, M.Si., mengatakan imbauan yang dikeluarkan pihaknya agar masyarakat kabupaten Jayapura seluruhnya dapat mengingat kembali kalau kota sentani pernah dilanda bencana yang luar biasa.

“Jadi ini bukan berkabung untuk apa kita berkabung bertahun-tahun dan itu sebagai tanda saja bahwa peristiwa ini jangan sampai terulang lagi,”ungkapnya, di Hotel Sunny Garden Lake Sentani. Sabtu (14/3/2020).

Bupati Mathius menambahkan, dengan begitu harapannya akan meningkatkan kesadaran masyarakat soal apa yang hendaknya dilakukan saat ini.”Kita serukan berarti apa yang harus kita lakukan berarti harus menjaga lingkungan,”tuturnya.

Ia berharap masyarakat dapat ikut serta menghadiri dan memperingati peringatan satu tahun bencana banjir bandang sebagai peristiwa malam kelabu yang memilukan dan sekaligus juga menjadi refleksi bersama.

“Yang telah meluluhlantahkan sentani dan menimbulkan kerugian-kerugian yang luar biasa oleh karena itu jangan terulang lagi jadi kita harus serukan bersama-sama untuk menjaga lingkungan,” pungkasnya.

Setahun berlalu, semenjak bencana banjir bandang tersebut menghancurkan sejumlah wilayah di sentani, semua mata tertuju di bumi kenambai umbai yang sebelumnya dikenal daerah yang aman karena zona integritas kerukunan umat beragamanya.

Perhatian semua pihak tertuju ke Kabupaten Jayapura dalam membantu pemerintah setempat dan pihak terkait. Mulai dari evakuasi jenazah, bantuan logistik, aksi medis, hingga pemulihan pascabencana yang sampai kini masih terus dilakukan untuk membantu kabupaten Jayapura bangkit dari duka bencana.

Seperti yang tercatat saat ini Pemerintah Kabupaten Jayapura telah mulai bangun hunian tetap (Huntap) untuk penyintas bencana banjir bandang, yang rencananya akan dibangun 3000 unit rumah di beberapa titik.

Namun apa yang sedang diupayakan Pemerintah bagi para penyintas tidak berjalan mulus, lagi-lagi Pemerintah daerah dihadapan oleh persolan lahan hingga mengganggu kelancaran pembangunan huntap, kondisi tersebut tidak lantas mengendurkan semangat Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk melanjutkan pembangunan hunian dimaksud.

Bencana memang tidak bisa diprediksi kapan datangnya, tetapi kewaspadaan tetap dapat disiapkan untuk meminimalisir dampaknya. Karena itulah Pemerintah Kabupaten Jayapura terus menyerukan seruan kepada masyarakat perlunya selalu mewaspadai berbagai kondisi yang bisa terjadi bencana sewaktu-waktu di daerah ini, termasuk persiapan dalam menghadapi bencana yang bukan pekerjaan ringan.(fuad/pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s