Hasil Uji Swab, Dua Pasien di Kabupaten Jayapura Positif Corona.

Sentani (Sentani News)- Hasil uji swab (pengambilan sampel lendir tenggorokan) dari laboratorium Litbangkes Jayapura Papua, dua pasien di Kabupaten Jayapura dinyatakan positif corona. keduanya saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Youwari.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie, SKM, M.Kes, mengatakan, “Dua orang dinyatakan positif corona dari 10 orang PDP dengan kode Y 10 pria usia 48 tahun alamat di BTN kemiri, dan kode Y 9 perempuan 36 tahun alamat di doyo baru,”diakui Khairul Lie, saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp. Kamis (2/4/2020) malam.

Khairul menjelaskan, pasien positif dengan kode Y 10 riwayat perjalanannya baru kembali lakukan perjalanan dari Makassar usai mengikuti kegiatan keagamaan disana. Pasien tersebut tiba di Sentani tanggal 25 Maret 2020, masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Youwari tanggal 30 maret untuk dilakukan pemeriksaan sebagai Pasien Dengan Pengawasan (PDP) kita.

“Dari hasil pemeriksaan, kita temukan pasien positif corona. makanya hari ini kita umumkan pasien positif dua pasien, dan untuk pasien perempuan dengan kode Y 9 riwayatnya pasien ini tidak melakukan perjalanan ke luar daerah, dia hanya baru dikunjungi saudaranya yang baru pulang ikut kegiatan keagamaan dari Makassar,”imbuhnya.

Setelah dinyatakan ada dua pasien positif corona, pihaknya akan melakukan penyelidikan epidemologi dengan terjun langsung mengunjungi anggota keluarga pasien yang telah lakukan kontak langsung dengan pasien positif.

“Anak, istri, suami, tete, nenek, mamak mantu, bapak mantu dan siapa saja yang dalam beberapa hari lima hari setelah beliau sampai dari Makassar datang ke rumah, tempat tinggal pasien akan menjadi fokus kita termasuk lingkungan kelompok resiko tinggi teman-teman yang telah melakukan perjalanan dari Makassar”papar Khairul Lie.

Selain itu kata Khairul, para tamu yang datang ke rumah pasien juga akan ikut dipantau dengan melakukan tracing yang kuat terhadap orang-orang dimaksud setelah ada penemuan kasus positif, kedua terhadap kelompok resiko tinggi yang ikut bersama-sama saat melakukan kegiatan keagamaan, dan ketiga adalah kelompok kontak erat si pasien.

“Kontak erat ini misalnya dia kemana, stracing kasus kita misalnya dia pernah ke 751 atau ketemu siapa semua ada, kemudian pernah menjadi imam saat sholat berjamaah siapa makmumnya semuanya sudah kita data,”tuturnya.

Khairul menambahkan, kepada petugas kesehatan yang pernah kontak langsung dengan pasien juga akan dilakukan penyelidikan epidemologi juga tracing kasus, untuk meminimalisir resiko penularan kasus positif baru di tengah masyarakat. (fuad/Pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s