Perhatian Kurang, Masyarakat Ravenirara Minta Pindahkan Distriknya ke Kota Jayapura

Sentani (Sentani News)-Masyarakat di Distrik ravenirara dan ke lima Ondoafi setempat meminta pemerintah Kabupaten Jayapura khususnya kepada Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, untuk kiranya mau membangun tugu perbatasan antara wilayah Ravenirara Kabupaten Jayapura dengan Kota Jayapura.

Disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Jayapura Patrinus R. N. Sorontou, kepada wartawan di perumahan pemda Doyo Baru Distrik Waibu, disela-sela kegiatannya lakukan penyemprotan cairan disinfektan sebagai upaya cegah penyebaran virus corona, bersama puluhan kader Partai DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jayapura. Selasa (7/4/2020)

“Saya terima keluhan itu waktu kami lakukan kunjungan ke kampung-kampung dan Distrik dalam rangka sosialisasi COVID-19 ini. Jadi pas waktu itu mereka minta saya bisa meneruskan keluhan mereka ke Bupati Jayapura,” ungkap Patrinus Anggota DPRD dari Partai PDI Perjuangan dan juga selaku Ketua DPC Partai PDI Perjuangan Kabupaten Jayapura. Selasa (7/4/2020)

Patrinus menuturkan, masyarakat juga sempat bersuara apabila permintaan itu tidak dihiraukan oleh Bupati Jayapura, mereka minta Distrik Ravenirara untuk kiranya dapat dipindahkan ke Kota Jayapura. Alasannya akses ke kota Jayapura lebih dekat dibanding ke kabupaten Jayapura.

“Alasannya para ondo harus dibangun tugu perbatasan seperti batas wilayah yang ada di waena, karena banyak warga dari kota Jayapura pasir enam yang merambah masuk hingga ke wilayah Distrik Ravenirara,”imbuhnya.

Karena itu, perlunya ada batas wilayah yang jelas hasil kesepakatan antara pihak Pemerintah kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.”supaya ada legalitas batas wilayah yang jelas, sampai sekarang tidak ada. Yang ke dua akses jalan, jalan dari Depapre sampai ke ibukota Distrik Ravenirara kampung Yongsu Desoyo harus segera dibangun yang kurang 1 km saja,”jelas Patrinus.

Patrinus menambahkan, buruknya akses jalan darat sehingga warga memilih menggunakan jalur laut yang sangat beresiko terhadap keselamatan warga apalagi saat musim gelombang datang perahu mudah terbalik. Dampak lainnya puskesmas disana alami kesulitan saat hendak merujuk pasien gawat darurat ke rumah sakit di kota.

“Puskesmas yang dibangun besar disana tidak bisa evakuasi pasien keluar akhirnya banyak pasien yang meninggal. dua hal yang mereka minta kalau akses jalan tidak bisa masuk, batas wilayah tidak bisa bikin mereka minta pindah ke Kota Jayapura karena dianggap tidak memperhatikan,” tegasnya.(fuad/Pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s