Karena Banyak Hutang, Pekerjaan Pembangunan Hotel Tabita Mandek

Sentani (Sentani News)- Proyek pekerjaan pembangunan gedung hotel tabita sentani kini terhenti, karena PT Plaza Crystal Internasional selaku kontraktor pemegang proyek hotel tersebut belum melunasi hutangnya kepada vendor atau subkontraktor penyedia alat berat dan material.

“Kami tidak akan bekerja lagi, sebelum tagihan kami dibayar oleh PT. Plaza Crystal. Kami menyediakan 2 unit kendaraan ekskavator besar dan kecil, termasuk penyedia tenaga lokal juga catering atau makanan. Kalau dari jumlah total keseluruhan yang belum terbayar sekitar empat ratus tiga puluh tujuh juta,”jelas Ragil Mahmud, perwakilan dari CV. Karya Mandiri, saat dihubungi media ini melalui sambungan telepon. Sabtu (11/4/2020).

Ragil menerangkan, pihaknya selalu vendor dua bulan lalu telah mengajukan penagihan ke perusahaan dan telah diteruskan ke Jakarta. Alasannya berkas penagihan harus dikirim ke Jakarta karena pencairannya hanya bisa dicairkan oleh pusat di Jakarta bukan di Jayapura.

“Katanya pengajuannya sudah dikirimkan semua ke Jakarta oleh manajemen sebelumnya, Namun hingga saat ini belum ada kejelasan kapan akan dibayarkan oleh pihak perusahaan, terus alasannya mereka karena corona. Padahal kita telah mengajukan penagihan sebelum ada corona”terangnya.

Kata Ragil situasi semakin buruk dan semakin tidak jelas karena pihak manajemen perusahaan dimaksud telah memberhentikan karyawannya. jadi sekarang pihaknya bingung siapa yang akan bertanggung jawab menyelesaikan persoalan ini.

“Ironisnya saat ini yang bertanggung jawab sudah tidak ada lagi mulai dari pimpinan proyek. Apalagi kuasa hukumnya tidak mau memberikan keterangan pasti soal ini,” keluhnya.

Sejumlah langkah telah dilakukan termasuk bertemu dengan pihak pemerintah daerah untuk dapat membantu menyelesaikan persoalan yang kini sedang dihadapi.” Tapi karena masalah ini kita para vendor berurusan dengan pihak ke III, artinya pemda telah memberikan pekerjaan kepada PT Plaza Crystal. Oleh Karena ini bukan urusan pemerintah daerah lagi, tapi berurusan dengan PT Plaza Crystal selaku pemegang proyek. itu penjelasan dari pemda,” papar Ragil.

“Tapi apapun itu kita akan tetap berusaha memperjuangkan hak kita. karena kita sebagai vendor telah menjalankan kewajiban kita ,”pungkas Ragil.

Senada dengan Ragil Mahmud, Direktur Raja Beton Leonardo juga menyampaikan kalau pihaknya selaku penyedia besi beton juga belum dibayar.”Jumlah pastinya saya belum tahu, tapi yang jelas jumlahnya 200 juta lebih , kemarin sebelum liburan kami ada pertemuan di kantor Bupati. Cuma saya belum tahu hasilnya karena orang saya yang kesana,” tuturnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. Sabtu (11/4/2020). (fuad/Pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s