Putus Mata Rantai Penyebaran Corona di Distrik Nimboran, Tim Relawan Dibentuk

Sentani, (Sentani News)- Antisipasi penyebaran virus Corona (COVID-19) masuk ke Distrik Nimboran, Pemerintahan Distrik Nimboran telah membentuk tim relawan pengendalian COVID-19 dan telah mendirikan sejumlah posko di 13 Kampung.

Kepala Distrik Nimboran, Marzuki Ambo, S.ST, mengatakan, pembentukan telah dilakukan dari Distrik turun ke Kampung. Penyusunan strukturnya telah disesuaikan sesuai petunjuk Bupati Jayapura. Biayanya diperoleh dari dana kampung yang masing-masing kampung wajib menyediakan dana sebesar 100 juta.

“Itu sebagai kontribusi mereka para relawan untuk memenuhi kebutuhan di lapangan nanti. Penyediaan bahan untuk cairan disinfektan, hand sanitizer, masker sudah disediakan oleh gugus tugas BPMPK Kabupaten Jayapura,”terangnya, saat dihubungi media ini menggunakan telepon seluler. Jumat (10/4/2020)

“Dan 59 juta sisanya dipakai untuk memenuhi kebutuhan relawan di posko, terus juga untuk belanja beras, gula, minyak goreng dan lain sebagainya terkait untuk pemberian sumbangan sembako yang akan dibagikan ke masyarakat,”jelas Marzuki.

Setelah terbentuk, kata Marzuki, para relawan telah bergerak dengan melakukan pendataan terhadap penduduk tetap maupun penduduk pendatang baru. Juga rutin lakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah fasilitas umum dan perumahan, termasuk kegiatan penyuluhan ke warga untuk berikan edukasi soal pengendalian COVID-19.

“Di dalam tim itu kita terdiri dari pemerintah Distrik, aparat Kampung, Tokoh Adat, Tokoh Agama, perempuan, para pendamping juga para mitra dari Babinkamtibmas dan Babinsa, didukung tim medis dari Dinas Kesehatan,”imbuhnya

Marzuki menambahkan, untuk antisipasi masuknya virus corona di wilayah Nimboran, pelintas dari luar yang hendak masuk ke wilayahnya akan dimintai keterangan asal usul orang tersebut termasuk tujuannya datang ke Distrik Nimboran.

“Kita tanya mereka indentitasnya dari mana, dan tanya dia tujuannya apa keperluan apa, setelah itu mereka kita periksa. Tapi sejauh ini Alhamdulillah belum ada pasien positif corona, karena kita ketat terutama membatasi aktivitas seperti imbauan yang diluarkan Pemerintah daerah,”paparnya

“Sampai sholat Jumat sudah 3 minggu juga sudah tidak di laksanakan di Masjid, bahkan sholat fardhu berjamaah masih-masing dilaksanakan di rumah untuk yang muslim. Lalu yang di Gereja juga kita sudah imbau untuk ibadah di rumah,”pungkas Marzuki.(fuad/Pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s