Pembangunan Hotel Tabita Mandek, Pemda Jayapura Layangkan Surat Teguran

Sentani, (sentaniberita News) – Khawatir proyek pembangunan gedung Hotel Tabita Sentani alami keterlambatan pekerjaan atau devisiasi, Pemerintah Kabupaten Jayapura telah layangkan surat teguran ke PT Plaza Crystal Internasional selaku perusahaan yang mengerjakan proyek dimaksud.

Isi tegurannya PT Plaza Crystal Internasional diminta untuk menyelesaikan tunggakannya kepada buruh dan vendor penyedia material. Yang berujung para buruh mogok kerja dan para vendor enggan lagi menyalurkan material selama belum dibayar.
Kepala Dinas Pertanahan Perumahan dan Kawasan Permukiman (DP2KP) Kabupaten Jayapura Terry Ayomi mengatakan, pihaknya kini harus terlibat masuk karena pekerjaan pembangunan kini mandek. Pekerjaan pembangunan gedung hotel Tabita dimulai bulan September 2009, dan mulai tersendat akhir bulan Januari 2020.
“Pada dasarnya kami dari dinas tidak punya urusan sampai ke sana, cuma kami ingin progres proyek harus ada sehingga kita harus cari masalahnya ada dimana, dan sekarang PT Crystal pakai kuasa hukum lagi, untuk mengatasi masalah-masalah itu”jelasnya, saat dimintai keterangan oleh wartawan, diruang kerjanya. Selasa (14/4/2020)

Terry menambahkan, pihaknya dari sisi administrasi sudah mengundang pihak PT Crystal untuk lakukan evaluasi, tetapi pada pertemuan evaluasi itu hanya di hadiri oleh kuasa hukumnya mewakili direktur perusahaan dimaksud.
“Sehingga akhir Februari saya ketemu direktur utama di Jakarta, saya sudah serahkan surat peringatan satu dan dua, dengan surat itu kita berharap mereka bisa presentasekan mereka punya rencana kerja sehingga keterlambatan yang kami sebut devisiasi tidak bertambah,”ujarnya.masukkan script iklan disini”Ini perlu dikejar untuk menghindari devisiasi pekerjaan atau ketinggalan pekerjaan itu, informasi yang kita terima dari mereka itu saat pekerjaan berjalan dari januari banyak kecolongan-kecolongan tentang keuangan dari para karyawan. Makanya mereka memberhentikan semua,” tambah Terry.
Selain itu langkah lain yang telah ditempuh pihaknya untuk menyelesaikan persoalan ini, kata Terry , ia telah menyurat ke BPKP untuk lakukan audit ke dalam, “setelah di audit baru kami lihat. Tadi anak-anak saya baru pulang dari BPKP mengantar surat nanti mereka merespon hari apa , tapi saya berharap masalah PT Crystal clear dulu sehingga kita mengaudit bahan-bahan dan segala macam yang ada di lapangan jernih tidak ada gangguan macam-macam,” imbuhnya.
“Pemerintah tidak mau tahu mereka mau pakai siapa kerjakan bangunan itu yang jelas harus selesai bulan Agustus, saya juga mau mereka harus jawab teguran satu dengan dua. Apakah rencana kerja mereka bisa dirubah, dia harus evaluasi ke kita dan presentase terlebih dulu,” papar Terry.
Hasil presentasenya kalau dianggap secara teknis pekerjaan dapat dilanjutkan lagi oleh perusahaan yang sama maka pekerjaan akan dilanjutkan. dan kalau tidak langkah terakhirnya akan diputuskan untuk lakukan pelelangan ulang yang secara otomatis pihak PT Crystal kontrak kerjanya diputus.
“Sesuai dengan aturan Perusahaan akan kena sanksi yang diputihkan, perusahaan akan di blacklist. Kalau sudah di blacklist, berlaku satu Indonesia bukan hanya di Kabupaten Jayapura saja,”pungkas Terry.(fd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s