Resah Karena Wabah Corona, Bisa Picu Stres dan Itu Berbahaya

Sentani (Sentani News)- Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Pencegahan Covid-19 (Coronavirus) dr. Khairul Lie, S.KM, M.Kes mengatakan, terus bertambahnya kasus positif di Kabupaten Jayapura semakin menambah keresahan masyarakat, masyarakat diimbau tetap tenang agar tidak stres karena bisa berdampak pada imunitas tubuh.

”Para ahli menyebutkan paling berpengaruh adalah tingkat stres seseorang, situasi kalau stres pengaruh terhadap diri sangat besar bisa menurunkan sistem imun diri, Jadi tetap waspada dan jangan jadi stres karena membaca berita banyak kematian hingga buat kita jadi stres. Jadi kurangi interaksi berlebihan di media sosial apalagi berita
yang memberatkan kita,” ujar Khairul Lie. Di Kantor Kampung Doyo Baru, Senin (27/4/2020).

Diakuinya, penting bagi setiap orang mengikuti perkembangan informasi di media namun bagi Khairul yang paling utama dilakukan masyarakat saat ini adalah patuh terhadap protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah untuk tenang di rumah.

“Perang kita bersama, karena tanggung jawab kita bersama kita harus terlibat semua karena kebetulan corona adalah pandemi, seperti yang sudah kita tetapkan, pertama di rumah saja apalagi anak-anak sudah disuruh belajar di rumah, pegawai perkantoran juga sudah disuruh kerja di rumah termasuk ibadah juga di rumah. Kalau tidak lunya kepentingan jangan keluar,” pintanya.

Apabila protokol kesehatan dimaksud dipatuhi oleh seluruh masyarakat, secara tidak langsung ikut membantu meringankan kerja tenaga medis. Apalagi protokol itu kata Khairul Lie sangat mudah dilakukan dan sangat murah, termasuk kejujuran seseorang sangat dibutuhkan saat ini, khusus bagi seseorang yang pernah lakukan kontak langsung dengan pasien positif kiranya bisa langsung melapor ke petugas medis.

“Kami mohon kerjasamanya karena kejujuran masyarakat sangat membantu kami. Kalau pernah kontak dengan pasien positif dan punya kesadaran untuk melaporkan ke kami itu lebih baik untuk kami deteksi lebih awal, Karena deteksi awal tanpa gejala akan permudah perawatan pasien di rumah sakit, jangan menunggu sampai kondisi pasien sakit parah dan sesak nafas baru melapor, itu akan semakin memperberat kerja para tenaga medis,” pintanya.

Saat ini, kata Khairul pihaknya telah lakukan tracing kasus terhadap orang-orang yang telah lakukan kontak langsung dengan pasien positif. Menyinggung soal rapit tes ia juga menyampaikan tidak semua masyarakat akan diperiksa,” karena secara teori 0,6 sampai 1 persen masyarakat yang kita periksa, karena memang kemampuan kita terbatas. pemeriksaan dilakukan kepada seseorang yang dianggap betul-betul dekat dengan orang-orang yang telah dinyatakan positif corona,” pungkasnya.(fuad)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s