Takut Virus Corona Masuk, Warga Sentani Mulai Tutup Pemukiman

Sentani (Sentani News)- Warga Sentani Kabupaten Jayapura, mulai menutup pintu masuk pemukimannya gunakan portal karena khawatir wabah virus Corona masuk ke lingkungan mereka.

Hasil pantauan media ini, hampir sebagian besar warga sentani menutup pemukimannya gunakan portal atas inisiatif warga padahal lingkungan tempat tinggal mereka tidak ada pasien positif atau daerah tertentu yang sedang dilakukan pengawasan ketat.

Warga setempat yang hendak bepergian keluar rumah harus melewati satu portal yang dibuka. Portal yang dibuka itu dijaga secara bergiliran mulai dari siang hingga malam hari, sampai kadang warga luar wilayah dilarang memasuki area permukiman penduduk selama merebaknya virus corona. Alasannya hal ini dilakukan untuk antisipasi transmisi lokal penularan virus corona.

Ketua komisi A DPRD kabupaten Jayapura, Hermes Felle mengatakan, keberadaan portal-portal yang dibangun masyarakat saat ini terkesan tidak beraturan. Sehingga hal ini semestinya harus ada perhatian dari tim gugus tugas untuk berkoordinasi dan menyelesaikan persoalan tersebut.

“Ini portal-portal ini banyak sekali muncul seperti ibaratnya saat turun hujan banyak sekali jamur muncul,” kata Hermes Felle saat ditemui wartawan di kantor DPRD kabupaten Jayapura, Senin (27/4/2020).

Dia berharap, Kalau bisa portal-portal yang ada di seluruh Jalan lingkungan yang dibuat oleh masyarakat ini harus diatur secara maksimal oleh tim gugus tugas dan itu perlu juga dikoordinasikan dengan baik. Sebab jika tidak menurutnya hal-hal kecil semacam ini justru akan berdampak pada munculnya konflik atau pertikaian di tengah masyarakat.

“Karena ada portal yang dibuat tidak berada dibawah naungan yang tahu tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah namun hanya karena muncul dari inisiatif masyarakat itu sendiri,” katanya.

Untuk itu dia berharap kepada pihak kepolisian supaya lebih aktif turun untuk melakukan himbauan ataupun melalui upaya upaya yang bisa memberi pemahaman tersendiri bagi warga setempat. Menurutnya portal itu didirikan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada di wilayah atau lingkungan masing-masing.

Secara terpisah Kapolres Jayapura Victor Dean Mackbon menuturkan, soal menjamurnya portal-portal yang ada di lingkungan wilayah kabupaten Jayapura saat ini, secara kewenangan menjadi tanggung jawab dari pemerintah yang ada di tingkat Distrik dalam hal ini gugus tugas yang sudah dibentuk untuk penanganan covid 19.

“Memang setelah mereka diberi dana 100 juta rupiah itu ada kegiatan masyarakat yang bersifat menjaga kampungnya,” ungkapnya.

Meski begitu Victor berharap pembangunan atau keberadaan portal-portal tersebut jangan sampai memicu munculnya masalah baru. Harus diatur sedemikian rupa dari rt maupun RW supaya penempatan portal ini disesuaikan dengan keperluannya.

“Sehingga tidak seenaknya atau semaunya membangun portal yang justru akan menimbulkan masalah baru,”ujarnya.

“Jadi kami dari tim gugus tugas Kabupaten melakukan evaluasi terhadap fenomena banyaknya portal di tengah masyarakat saat ini,” ungkapnya.

Dia menegaskan untuk mencabut atau menertibkan portal itu sebenarnya bukan tugas dari pihak Kepolisian. Namun pada dasarnya pembangunan portal itu harus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan Apakah sesuai atau tidak atau kah penting atau tidak untuk menempatkan portal di suatu wilayah tersebut.

“Harus dibicarakan dengan unsur-unsur pemerintah yang ada di tingkat bawah misalnya RT maupun RW. Kami menyerahkan gugus tugas yang ada di distrik ataupun Kelurahan, tapi tentunya kami akan melakukan evaluasi.” tambahnya. (Pri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s