Tokoh masyarakat imbau warga ikuti anjuran pemerintah cegah corona

Jayapura – Salah satu tokoh masyarakat asal Pegunungan Bintang (Pegubin) Yance Kalapmabin mengimbau kepada segenap elemen warga untuk mengikuti anjuran pemerintah terkait pencegahan virus corona atau COVID-19.

“Mari kita ikuti imbauan pemerintah untuk mencegah penyevaran virus corona yang dikabarkan sudah memakan banyak korban jiwa,” kata Yance di Jayapura, Sabtu.

Menurut dia, virus corona sebagaimana diberitakan telah merenggut banyak jiwa dan membuat sejumlah kota terisolasi karena harus memutus mata rantai penyebarannya, sehingga berkaca dari informasi tersebut warga di Pegunungan Bintang dan Papua pada umumnya perlu segera menyikapi dengan bijak.

“Jangan sampai kita banyak yang jadi korban karena virus itu dikabarkan menyerang pernapasan dan belum ada obatnya,” katanya.

Pemerintah, lanjut dia, telah mengeluarkan sejumlah kebijakan di antaranya menerapkan hidup sehat dengan menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun hingga gunakan masker ketika berpergian ke luar rumah.

“Dan yang utama adalah tidak berkumupul atau membuat keramaian yang berpotensi menyebabkan penyebaran virus corona, kita sebagai sesama manusia harus waspada karena kebiasaan kita pada umumnya saling menyapa yang rentan terjangkit,” katanya.

Yance juga mengaku mendukung apa yang dilakukan oleh pihak aparat keamanan dan dalam hal ini TNI dan Polri yang ikut membantu pemerintah menggaungkan hidup sehat guna mencegah penyebaran virus corona.

“Tentunya apa yang dilakukan oleh pihak keamanan dengan membantu pemerintah sudah sangat baik dalam mengedukasi warga terkait virus corona, sehingga warga bisa lebih mawas diri dan berhati-hati dalam kesehariannya,” katanya.

Pilkada

Terkait dengan pilkada serentak di 11 Kabupaten di Provinsi Papua pada Desmber 2020, kata dia, setiap kepala daerah yang menjadi pembina partai harus memberikan sebuah komitmen untuk menjaga ruang demokrasi agar berjalan dengan baik.

“Sebagai tokoh kita harus menjadi contoh dan harus bisa menjadi tauladan bagi masyarakatnya, bukan menjadi pemicu timbulnya konflik,” katanya.

Kata dia, undang-undang Pemilu sudah sangat baik, karena penyelenggara baik itu KPU dan Bawaslu diberi kewenangan penuh sebagai penyelenggara dan pengawas, tapi belum selaras jika hal itu tidak didukung oleh semua pihak atau pemangku kepentingan terutama di Pegunungan Bintang yang juga merupakan satu di antara 11 kabupaten yang akan menggelar pesta demorkasi lima tahunan.

“Dimana yang masih terjadi di daerah itu, rakyat biasanya masih terus dibodohi dengan politik uang hasil korupsi. Ini perlu perhatian semua pihak untuk ikut mengontrol dan mengawasi agar ada keseimbangan dan tidak ada ketimpangan, sehingga bisa menjauhkan dari sumber konflik baik saat pilkada atau setelahnya,” katanya.

Untuk itu, Yance mendorong agar ada edukasi seperti penyuluhan dan sosialisasi hukum kepada pihak terkait, ataupun pelatihan soal bagaimana mengawasi dan mengontrol pembangunan di daerah terutama pembangunan demokrasi.

“Terjadinya konflik pascaPilkada, biasanya juga dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pemerintah sangat lemah karena dana untuk penyuluhan hukum di setiap daerah hampir tidak ada dan tidak berjalan. Ini yang perlu menjadi perhatian semua pihak,” katanya. (Man)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s