Pemprov Papua Dinilai Melanggar Aturannya Sendiri

Sentani (Sentani News) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dinilai melanggar aturan yang di kelurkan Pemerintah itu sendiri terkait wabah Covid-19. Demikian penilaian itu dikemukakan oleh salah satu perwakilan warga masyarakat sebut saja, Glen yang merupakan salah satu masyarakat yang menunggu adanya penyaluran bantuan Pemda Provinsi Papua yang berlangsung di Sentani Kabupaten Jayapura, pada Sabtu (16/5/2020) siang.

“Jadi penilaian yang kami maksud itu karena Pemerintah telah mengeluarkan aturan kepada seluruh masyarakat terkait batas waktu beraktivitas, jaga jarak, dan harus tetap di rumah. Namun Pemerintah kami nilai melanggar aturan karena, Pemerintah sudah menyuruh masyarakat berkumpul dari pagi untuk mendapatkan bantuan, tetapi Pembagian bantuanya dibagi pada batas waktu beraktivitas yang ditetapkan Pemerintah, yakni jam 14:00 Wit,” ungkap Glen.

Lanjutnya, oleh sebab itu, secara tidak langsung Pemerintah sudah melangarnya. Karena dengan adanya hal itu, secara tidak sadar masyarakat sudah tidak lagi menjaga jarak, dan disiplin waktu. Akibat adanya pembagian bantuan Pemerintah yang tidak tepat waktunya.

“Menurut informasi yang kami ketahui itu pembagiannya jam 10:00, tetapi masyarakat harus menunggu Pemerintah sampi jam 14:00 baru mulai dibagiakan bantuanya. Padahal kita tahu bahwa Pemerintah tegaskan untuk hindari kumpul-kumpul, tetapi ini sudah banyak orang yang kumpul-kumpul. Sehingga otomatis aturan yang di buat Pemerintah itu, Pemerintah sendiri yang melanggarnya,” pungkasnya.

Selain itu katanya, masyarakat juga merasa kesal. Karena menunggu terlalu lama, dan sebagian bantuanya juga akan dibagikan beberapa hari kedepan.

“Selain Pemerintah melanggar aturan, Pemerintah juga membuat masyarakat kesal. Karena harus menunggu dari jam 10 pagi hingga jam 2 siang baru dibagikan bantuana, dan bantuan yang dibagikan juga tidak semuanya melainkan hanya separu saja, yakni bantuan pangan lokal sementar untuk sembako seperti beras, supermi, dan lain-lainya akan dibagikan beberapa hari kedepan,” ujarnya.

Dirinya berharap, kedepanya hal seperti ini tidak boleh diulangi kembali oleh Pemerintah. Karena hal ini merupakan contoh yang kurang baik bagi masyarakat.(tinus)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s