Polisi mediasi pembukaan blokade SMP Kemtuk Gresi

Jayapura – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Kemtuk Gresi memediasi pembukaan blokade di SMP Negeri I Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, Kamis oleh masyarakat Suku Wouw. Sekolah tesebut diblokade terkait pembayaran hak ulayat tanah tahap pertama tidak tepat sasaran.

Kapolsek Kemtuk Gresi Ipda Sunggul Sinurat mengatakan pembukaan blokade atau palang itu dilakukan oleh Ondoafi Sefnat Wouw didampingi Ondoafi Bring Ribert Nian, Kepala Suku Thitus Wouw, Kepala Suku Keret Oktovianus Wouw, Kepala Kampung Nembu Gresi Carles Tegai, Babhin kamtibmas Kampung Nembu Gresi Aipda Fredik Bay, Babhinkamtibmas Polsek Kemtuk Gresi Bripka Amos Laa Tonglo dan puluhan warga
Suku Wouw.

Pada momentum itu, Ipda Sunggul menyampaikan terima kasih karena para pihak berkenan hadir untuk membuka blokade SMP Negeri 1 Kemtuk Gresi yang telah dilakukan hampir tiga bulan lamanya sehingga proses belajar mengajar para generasi penerus bangsa terhambat.

“Terima Kasih buat bapak ondo, kepala suku , kepala kampung dan seluruh Suku Wouw maupun warga Kemtuk Gresi yang hadir dan berkenan menerima saya di Distrik Kemtuk Gresi sebagai warga baru. Persoalan ini merupakan bentuj tugas dari kapolsek yamg lama Iptu Absalom Tokoro untuk saya sebagai kapolsek yang baru, menyelesaikannya. Saya berharap kita bisa bekerja sama untuk M
membangun dan nenciptakan situasi yang aman di Distrik Kemtuk Gresi yang kita banggakan ini,” katanya.

“Saya berharap sebagai kapolsek yang baru bertugas kurang lebih lima hari disini palang sekolah bisa dibuka sehingga aktifitas sekolah maupun proses belajar mengajar bisa iembali berjalan. Karena sekolah tersebut adalah tempat anak- anak kita menuntut ilmu dan mereka adalah Generasi Emas buat Kita yang mereka bisa membangun kampung Nembu Gresi ini kalau mereka sudah jadi pejabat maupun orang- orang berhasil,” lanjut Ipda Sunggul.

Ondoafi Sefnat Wouw menjelaskan secara singkat soal asal usul atau sejarah tanah dan Kampung Nembu Gresi yang berdiri sejak 1975, yang merupakan kampung tertua yang ada di Distrik Kemtuk Gresi.

“Untuk sejarah tanah secara kepemilikan bahwa pada 7 Mei 1982 lokasi tanah yang ada di Nembu Gresi dimiliki oleh Lewi Wouw yang merupakan kepala suku besar dengan alamat di Kampung Mentiebu, Desa Nembu Gresi Kecamatan Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura,” katanya.

Kemudian, dilanjutkan oleh Musa Wouw sebagai kepala suku selanjutnya dengan alamat yang sama di Kampung Mentiebu, Desa Nembu Gresi, Kecamatan Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura.

“Tanah ini adalah peninggalan nenek moyang dari keturunan Woidam adalah ondoafi besar yang kemudian beranak Woidid, lalua beranak Set Wouw dan Musa Wouw kemudian beranak Lewi Wouw yang merupakan moyang kami. Saya selaku Onndoafi mewakili seluruh Suku Wouw bersedia membuka palang di SMP Negeri 1 Kemtuk Gresi dengan catatan pemerintah harus membayar uang sisa kepada kami sebagai pemilik yang sah secara adat,” katanya.

Sementara itu, Octovianus Wouw mengatakan untuk penyelesaiana sengketa tanah SMP Negeri 1 Kemtuk Gresi, pihaknya telah melakukan pertemuan di Kantor Bupati Jayapura di Gunung Merah sebanyak tiga dan para pihak terkait saat itu diundang oleh Dinas Pendidikan yang telah memfasilitasi.

“Tetapi Bapak Yohanis Wouw tidak hadir sebanyak kali sehingga pemerintah saat itu menilai tidak dihargai dan tidak bertanggung jawab dengan uang yang sudah di terima, sehingga pertemuan itu tidak berhasil. Akibat dari kekecewaan dari pertemuan Itu kami di perintahkan oleh Ondiafi untuk melakukan pemalangan gedung SMP Negeri 1 Kemtuk Gresi sekitar Maret 2020,” katanya.

Namun, kata dia, Kapolsek Kemtuk Gresi yang baru menjabat telah memberikan jaminan kepada pemilik ulayat dengan memfasilitasi untuk bertemu pemerintah guna berkoordinasi untuk enyelesaiakan sengketa tanah di SMP Negeri 1 Kemtuk Gresi.

“Pada intinya kami siap membantu Kapolsek dan buka palang, dengan harapan sisa pembayaran hak tanah harus diberikan kepada kami di tempat ini,” katanya.

Blokade SMP Negeri I Kemtuk Gresi akhirnya yang telah dilakukan sejak tiga bulan terakhir akhirnya resmi dibuka oleh Ondoafi Sefnat Wouw dan masyarakat Suku wouw didampingi Kapolsek Kemtuk Gresi Ipda Sunggul.

Para pelajar dan guru di SMP Negeri I Kemtuk Gresi dipastikan segera proses kegiatan belajar mengajar.(Man)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s