Ratusan kepala kampung adukan Bupati Puncak Jaya ke Kejati

Jayapura – Sebanyak 125 kepala kampung di Kabupaten Puncak Jaya mengadukan Bupati Yuni Wonda ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua karena tidak menaati keputusan Mahkamah Agung untuk mengaktifkan jabatan mereka kembali sejak diberhentikan pada 2018.

“Bupati Yuni memberhentikan 125 kepala kampung secara sepihak pada tahun 2018, meski masa jabatan baru berakhir pada Januari 2021,” kata Rafael Ambrauw selaku koordinator perwakilan para kepala kampung asal Puncak Jaya.

Menurut dia, Bupati Yuni pun menerbitkan SK Nomor : 188.45/95/KPTS/2018 tanggal 22 Juni 2018 tentang Pengangkatan 125 kepala kampung yang baru periode 2018-2024 dan memberhentikan sebanyak 125 kepala kampung yang lama tanpa alasan yang jelas.

“Padahal, 125 kepala kampung yang lama itu diangkat berdasarkan SK Nomor 70 Tahun 2015 oleh Henock Ibo, bupati sebelum Yuni Wonda,” kata Rafael.

Kasus itu, kata dia, sempat menjadi polemik yang sangat panjang karena menempuh jalur hukum mulai dari PTUN Jayapura, PTUN Makasar hingga ke MA, dan semuanya itu dimenangkan oleh 125 kepala kampung yang dipecat sepihak.

Meski Bupati Yuni Wodan sempat ajukan banding di PTUN Makasar dan kasasi di MA, namun ditolak dan diminta agar ke-125 kepala kampung itu diaktif kembali.

“Tapi, hingga hari ini keputusan MA itu tidak diindahkan oleh Bupati Yuni Wonda, tapi malah keluarkan SK baru lagi untuk ganti mereka dan kami dengar sudah ada pencairan dana desa untuk semua kampung di Puncak Jaya, termasuk untuk 125 kampung yang kami persoalkan,” katanya.

Dengan dasar itu, kata dia, pihaknya melaporkan Bupati Yuni Wonda ke Kejati Papua untuk mendapatkan keadilan serta menelusuri persoalan yang terjadi soal pencairan dana desa.

“Bupati mencairkan anggaran dana desa tanpa melalui persetujuan 125 kepala desa yang dimenangkan PTUN dan Mahkamah Agung. Hal ini inilah menjadi dasar laporan kami beserta barang bukti pencairan dana desa ke Kejati Papua,” tutup Rafael.

Sementara itu. Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Papua La Kamis mengaku sudah menerima laporan dan segera dipelajari guna ditindaklanjuti.

“Kami sudah menerima aspirasi para pelapor dalam pertemuan. Kami akan mendalami laporan ini sesuai dengan tahapannya dan segera melaporkannya ke pimpinan,” katanya.

Sedangkan, Bupati Yuni Wonda selaku Bupati Puncak Jaya saat dikonfirmasi lewar pesan singkat maupun telepon seluler belum merespon terkait pelaporan dirinya ke Kejati Papua hingga berita ini disiarkan.(Man)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s