Milenial Papua jangan terhasut demo tolak Otsus

JAYAPURA – Para milenial di Provinsi Papua diajak untuk tidak terhasut dengan demo tolak Otonomi Khusus (Otsus) yang tengah digaungkan oleh kelompok tertentu di Kota Jayapura dan beberapa daerah lainnya.

Hal ini sengaja disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Mandala Trikora (PMT) Provinsi Papua, Ali Kabiay di Kota Jayapura, Minggu menyusul rencana aksi demo pada pekan depan.

“Saya mau sampaikan bahwa Otsus tidak akan pernah berakhir, yang berakhir adalah dana alokasi umum dari anggaran pendapatan belanja daerah, Otsus merupakan produk undang-undang,” katanya.

Ini yang harus menjadi perhatian seluruh generasi muda dan masyarakat di Papua agar bisa dipahami bersama dan tidak terhasut, karena pemerintah sekarang sedang gencar-gencarnya membangun dari Indonesaia bagian timur dan Papua menjadi salah satu provinsi yang diusulkan oleh Presiden Jokowi untuk dipercepat proses pembangunan agar bisa maju setara dengan daerah lain di Indonesia.

Menurut dia, generasi muda seharusnya patut berbangga karena pemerintah pusat memberikan perhatian khusus kepada Provinsi Papua dengan memberikan Otsus.

“Sehingga jika dinilai, kita merupakan anak emas didalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, hal ini yang harus menjadi motivasi untuk kita sebagai generasi muda papua untuk turut serta mendukung segala program pemerintah untuk kemajuan seluruh masyarakat di tanah Papua,” katanya.

Karena, dimasa kini generasi muda Papua sudah sangat dimanjakan jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya yang benar-benar harus berjuang dengan sekuat tenaga, sehingga tidak seharusnya ada wacana penolakan tetapi wacana evaluasi yang harus digaungkan.

Ia menjelaskan, sebagai anak asli Papua otsus terdapat sisi baik dan buruknya, tetapi jika ada yang bilang otsus gagal itu pemehaman yang salah, karena bisa sekolah dan berkuliah tidak lain karena adanya otsus.

“Saya secara pribadi dan keluarga melihat otsus ini ada sisi baiknya ada sisi buruknya juga, kalo ada yang bilang otsus gagal ini suatu pemahaman yang salah. Sebab otsus ini tidak gagal, karena kalau kita bilang gagal berarti yang gagal ini adalah pemimpin-pemimpin kita sendiri, kita tahu sejak otsus berjalan sejak 2001 hingga sekarang yang memimpin di papua semua adalah orang asli Papua, gubernur, wali kota dan bupati se-Kabupaten di Papua,” katanya.

Tak hanya itu, hampir seluruh anak asli Papua saat ini menjabat sebagai kepala dinas. “Hampir semua kepala dinas 90 persen diisi oleh orang asli Papua. Jadi, kalau ada yang mengatakan bahwa otsus gagal berarti secara bersamaan dia mengatakan masyarakat juga gagal,” katanya.

Dan perlu dipahami juga bahwa ternyata otsus ini ada keberhasilannya contohnya anak-anak muda Papua disekolahkan hingga keluar negeri, yaitu Cina, Amerika, Inggris, Australia dan Selandia Baru serta negara negara lainnya.

“Ada sekitar 1.000 pelajar dan mahasiswa yang dikuliahkan keluar negeri, ada yang masih menuntut ilmu dan ada yang telah kembali mengabdi ke negara dan daerahnya,” katanya.(MAN)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s